6 Tingkatan Percaya Diri

  1. Percaya diri semu.

Mereka terlihat sangat percaya diri dan meyakinkan. Tapi, jika lupa tidak membawa atau memakai benda-benda tertentu, kepercayaan diri mereka langsung lenyap begitu saja. Misalnya, malu mengeluarkan HP-nya karena bukan HP canggih keluaran terbaru, lupa tidak memakai lipstik, motor butut, dan sebagainya. Banyak pernyataan-pernyataan yang sering kita dengan ikut memupuk kepercayaan diri semu ini, seperti “Hari gini pake sepeda?”

  1. Percaya diri karena orang-orang di sekitarnya memiliki kekurangan (tidak memiliki apa yang dia punya).

Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang sombong ketika berhadapan dengan orang yang ia anggap lebih rendah. Sebaliknya mereka menjadi minder tak berkutik ketika berhadapan dengan orang yang dianggap lebih tinggi. Orang-orang di sekitar kita sering mengucapkan kalimat yang secara tak sengaja membuat kepercayaan diri seseorang menjadi rapuh. Misalnya, “Cantiknya anak mama, pasti baju kamu paling bagus di sekolah.” Atau seseorang yang sebenarnya berniat menasihati, “Gak usah malu, masih banyak teman-teman kamu yang gak punya HP. Kalo teman-temanmu banyak yang punya HP bagus, baru kamu boleh malu.”

  1. Percaya diri karena memiliki kelebihan. Ini hampir sama dengan tingkatan ke dua, tapi masih lebih baik.

Mereka mudah menyesuaikan diri di lingkungan yang memiliki minat dan kemampuan yang sama dengan dirinya. Mereka juga mudah masuk ke lingkungan baru yang membutuhkan kemampuannya. Tapi, mereka sangat sibuk menutupi kelemahan yang mereka miliki. Contoh: banyak kita temui wanita yang terlihat menarik dan percaya diri. Namun, ia selalu sibuk bercermin dan memoleskan bedak di wajahnya. Ia khawatir wajahnya terlihat kusam.

Di tingkat ini masih ada dua jenjang lagi, yaitu tingkatan terendah dan tingkatan tertinggi. Tingkatan terendah adalah orang yang kurang nyaman ketika bertemu dengan orang lain yang memiliki kelebihan yang sama, tetapi lebih unggul. Sedangkan tingkatan tertinggi adalah orang yang tetap nyaman dan mau belajar dari orang lain yang memiliki kelebihan sama, tapi lebih unggul.

  1. Percaya diri karena memahami kelebihan dan kekurangannya.

Dengan menerima kekurangannya, mereka menjadi tidak sombong. Dan dengan kelebihan yang mereka miliki, mereka menjadi tidak minder. Lain halnya dengan orang “merasa” memiliki kelebihan, mereka tidak mau belajar dari orang lain.

  1. Percaya diri karena adanya keyakinan bahwa semua manusia sama di mata Allah, yang membedakan hanyalah tingkat ketaqwaannya.
  2. Tingkatan tertinggi adalah percaya diri karena adanya keyakinan untuk berbuat dan memberikan manfaat bagi sebanyak mungkin orang. Allah sudah berfirman bahwa sesungguhnya setiap diri manusia diciptakan dengan sebaik-baik bentuk dan memiliki keunikan yang berbeda satu sama lain.

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

Leave A Response