Penyebab Hati Menjadi Mati

Aku menasehatinya, tapi dia tak peduli. Ku lihat dia berbuat dosa, tapi dia justru bangga dengan dosanya. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Itulah ciri-ciri matinya hati. Apa saja penyebab hati menjadi mati?

  1. Terlalu banyak bicara yang tidak perlu. “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata benar atau diam.” (H.R Bukhori Muslim)
  2. Banyak tertawa. Tertawa boleh saja, tapi akan menjadi tercela jika melampaui batas. “Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah)
  3. Banyak makan. Orang yang banyak makan akan menjadi malas. Selain itu, tubuh menjadi gemuk dan mudah terserang penyakit. Tidak ada wadah yang paling buruk yang diisi manusia selain perutnya. Cukuplah seorang anak adam menyantap beberapa suap makanan saja yang dapat mengokohkan tulang punggungnya. Jika memang ia harus mengisi perutnya, maka hendaknya ia memberikan sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (H.R. At Tirmidzi)
  4. Banyak dosa. Rasulullah mengingatkan kita dalam haditsnya, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya (HR. At Tirmidzi).

 

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

2 Comments on this article. Feel free to join this conversation.

  1. Fajar Bakhrun N September 6, 2016 pukul 5:42 am - Reply

    Sesungguhnya hidayah tidak akan terjadi kecuali dengan takdir dan kehendak-Nya. Tidak seorangpun dapat membuat orang lain, sekalipun kerabatnya sendiri mengikuti kebenaran, kecuali jika Allah menghendaki untuk memberikan hidayah taufik kepadanya.

    Iman membutuhkan pembenaran dengan hati, lisan dan perbuatan. Iman yg dipaksakan tidak membuahkan kebaikan karena tidak berangkat dari ketulusan hati.

    Ya Allah sesungguhnya kami mengakui bahwasanya tiada seorangpun yg dapat memberi petunjuk kepada orang yg kau sesatkan. Dan kami mengakui pula, bahwasanya tiada seorangpun yg mampu menyesatkan orang yg engkau beri petunjuk. Ya Rabb, kumpulkanlah kami bersama orang – orang yg engkau beri petunjuk.

  2. Menik Yuni Hartini September 7, 2016 pukul 6:07 am - Reply

    Setuju pak….
    Jika Allah sdh menutup hati seseorang, mk tak ada seorang pun yg mampu membukanya. Sebaliknya, jk Allah sdh memutuskan membuka pintu hidayah pd seseorang, mk tak ada yg mampu menyesatkannya…. Wallahu a’lam bissawab ^_^

Leave A Response