Tips Tinggal Serumah Dengan Mertua Atau Orang Tua Setelah Menikah

Kata orang, menikah itu…

  1. Sudah lepas dari orang tua
  2. Harus bisa mandiri

Seperti apakah keluarga mandiri itu? Keluarga mandiri adalah keluarga yang tidak tergantung oleh keluarga atau pihak lain, baik dalam segi keuangan, maupun tempat tinggal. Mandiri sering diartikan dengan sendiri (apa-apa sendiri). Sendiri yang dimaksud di sini adalah pasangan suami-istri (pasutri). Misalnya, punya rumah sendiri, penghasilan sendiri, kendaraan sendiri, dan sebagainya.

Mandiri juga sering diartikan dengan perpisahan. Maksudnya, berpisah dari orangtua. Namun, karena ayah mertua saya sudah tiada, sedangkan adik ipar saya satu-satunya (suami hanya dua bersaudara) sudah kuliah, maka ibu mertua menghendaki agar saya dan suami menemani beliau.

Keinginan untuk hidup di rumah terpisah dari orang tua tetap ada. Namun, suami sudah berjanji pada almarhum ayah mertua untuk menggantikan peran beliau sebagai kepala keluarga. Saya sebagai istri pun mendukung niat baik suami untuk berbakti pada orangtuanya.

Tentu saja, hidup serumah dengan orang tua atau mertua bukan berarti tidak mandiri. Ada tantangan untuk menyeimbangkan peran istri sekaligus menantu. Hidup bersama juga tidak berarti meminta, tapi berbagi. Baik berbagi materi, maupun pikiran.

Berikut ini beberapa tips hidup serumah dengan orangtua atau mertua.

  1. Jangan membebani orang tua atau mertua dalam semua hal. Misalnya, dalam hal pengasuhan anak. Milikilah pengasuh untuk membantu mengurus anak ketika kita bekerja. Atau bisa juga menitipkannya di taman pengasuhan anak terdekat. Bebaskan orang tua atau mertua agar beliau dapat mengisi hari tuanya dengan kegiatan-kegiatan keagamaan dan sosial.
  2. Manfaatkan hari libur untuk bercengkerama dengan orang tua atau mertua agar keharmonisan tetap terjaga.
  3. Hormati privacy orang tua atau mertua. Pisahkan urusan keluarga kita dengan keluarga orang tua atau mertua. Usahakan untuk mengelola rumah tangga dengan baik tanpa melibatkan orang tua atau mertua.
  4. Menghadapi berbagai rintangan tanpa mengeluh. Banyak hal yang harus kita sesuaikan ketika hidup serumah dengan orang tua atau mertua, terutama di awal-awal pernikahan. Tentunya, proses penyesuaian ini tidak mudah, masing-masing individu harus bekerjasama dan bertanggungjawab terhadap perannya, baik sebagai anak, menantu, mertua, saudara ipar, dan sebagainya.
  5. Konsisten dengan tugas di luar rumah tangga. Misalnya, jika kita tetap bekerja (atas izin suami) setelah menikah, maka laksanakan tanggung jawab kita dengan profesional, meski urusan rumah tangga cukup menyita waktu.

Menjadi keluarga mandiri berarti memiliki kemandirian ekonomi. Sebagai keluarga muda, sudah semestinya kita mencapai kemandirian itu setahap demi setahap. Bukan malah menghambur-hamburkan uang karena belum banyak pengeluaran untuk anak. Justru inilah saatnya menabung untuk masa depan. Semoga Allah yang Maha Kaya melimpahkan rezeki yang halal lagi berkah untu kita, amiin.

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

Leave A Response