Peran Ayah Untuk Perkembangan Anak

Seberapa penting peran ayah untuk perkembangan anak?

Sangat penting. Dekat dengan ayah bisa membantu anak jadi lebih matang secara emosional dan punya social skill yang bagus.

Father Involvement Research Alliance mengungkapkan bahwa bayi yang dekat dengan ayah, emosinya cenderung stabil dan saat dewasa jadi lebih percaya diri. Dalam pergaulan, anak lebih mudah bersosialisasi dan punya banyak teman karena dianggap menyenangkan.

Anak yang dekat dengan ayah emosinya cenderung stabil? Kok bisa?

Kematangan emosi ini disebabkan oleh perasaan anak yang tenang ketika beraktivitas dengan ayah. Anak jadi lebih menghargai waktu karena mereka berpikir saat-saat bersama ayah itu mahal harganya dibandingkan dengan saat bersama bunda yang lebih mudah ia dapat.

Apakah ayah juga berperan dalam prestasi belajar anak?

Ya. Jadi, para ayah yang budiman, jangan lagi hanya mengandalkan bunda dalam mengasuh anak ya. Karena penelitian University if Illions menyatakan bahwa kalau ayah meluangkan waktu untuk bertanya tentang aktivitas dan apa yang dipelajari anak di sekolah, maka prestasi belajar anak akan lebih meningkat.

Untuk memulai hubungan yang menyenangkan, kegiatan apa saja yang bisa ayah lakukan bersama si buah hati?

  1. bermain bersama untuk melatih otot dan koordinasi visual motorik. Tentunya permainan yang edukatif ya, bundayah. Saat ini juga sudah banyak yang menjual mainan anak edukatif via online.
  2. Jalin komunikasi secara intens. Berbincanglah tentang minat anak, temen-temen anak, apa saja yang ia lakukan. dan lain sebagainya. Sehingga akan terjadi penguatan terhadap perilaku anak yang sudah baik dan memperbaiki perilaku yang kurang baik.
  3. Memberikan tantangan sambil terus mendampingi anak dalam menjawab tantangan tersebut. Hal ini untuk melatih kemandirian anak. Jadi, dekat bukan berarti terus melayani ya, ayah….
  4. Mengajarkan anak untuk terbuka dan nyaman dalam mengutarakan apa saja. Bagaimana caranya? Berikan contoh bagaimana ayah menyayangi bunda, lalu tularkan pada anak!
  5. Kalau udah dekat dengan ayah, anak akan menjadikan ayah sebagai figur identifikasi. Maksudnya, anak akan meniru apa saja yang ada dalam diri ayah. Oleh karena itu, jadilah teladan yang baik. Kalau ayah kasar, kemungkinan besar anak juga akan berperilaku kasar.

Apa akibatnya kalau ayah nggak terlibat dalam mengasuh anak?

Menurut psikolog dari Universitas Airlangga Surabaya, Ike Herdiana, S.Psi., beberapa penelitian dan kajian menjawab pertanyaan tersebut, antara lain:

  1. Anak cenderung nggak teratur.
  2. Mudah bergaul sama anak-anak yang juga nggak patuh aturan.
  3. Seenaknya sendiri.
  4. Attitude-nya kurang baik di sekolah.
  5. Keras kepala.
  6. Rentan pake narkoba.
  7. Perilakunya nggak terkendali, sehingga rentan kriminal.

 

*Diolah dari tabloid Nurani bulan Maret 2016 Minggu IV Edisi 787.

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

Leave A Response