Workshop Perdana Bengkel Kreatif: Kreasi Kain Perca

Hari Rabu tanggal 3 Agustus 2016 menjadi kegiatan perdana “Bengkel Kreatif”. Dimulai pukul 14.00 WIB setelah jam belajar mengajar berakhir sampai pukul 16.00 WIB. Pelaksanaannya memang sama seperti kegiatan ekstrakurikuler. Namun, Pak Trisno (waka kesiswaan) sudah menegaskan di awal bahwa ini bukan termasuk ekskul. Lalu kegiatan macam apakah bengkel kreatif itu?

Jadi begini, sekitar dua minggu yang lalu, awal saya masuk ke SMK N 1 Kutasari, Pak Trisno meng-amanahi saya secara langsung untuk mengurusi “Bank Sampah”. Sebetulnya Bank Sampah ini sudah ada sebelum saya masuk, tapi nggak (lebih tepatnya “belum) jalan. Dan yang mengurusnya selama ini adalah anak-anak OSIS dengan pengawasan dari Pak Trisno yang notabenenya orang sibuk. Kenapa nggak jalan? I dont know lah yaa….

Lalu, apa itu Bank Sampah? Ya…intinya siswa jual sampah melalui perantara pengurus, biasanya sie sampah kertas, kardus, sama botol. Kalo satu siswa sie cuma punya sampah dikit kan, uang yang dia dapat juga otomatis sedikit banget nget. Makanya, anak-anak jualnya kolektif, jadi dikumpulin sekelas, kan banyak tuuh…. Tapi ya, uangnya juga buat kelas…. Mungkin inilah yang bikin Bank Sampah belum jalan selama ini.

Btw, jualnya ke mana? Pengurus udah kerjasama sama salah satu wali murid yang kebetulan bisnis sampah juga, jadi udah nggak bingung mau jual kemana. Trus si siswa tadi dapat uang kan? Nah uang itu dimasukkan ke buku tabungan dan bisa diambil ketika akhir tahun. Oiya, katanya pengurusnya juga dapat gaji looh…beraapa? Ya mungkin tergantung berapa omzetnya kali ya….

Balik ke Pak Trisno. Saya meng-iya-kan amanah ini memang (secara guru baru harus manut, ups…). Tapi, saya memberanikan diri menyampaikan beberapa usulan, ceileeh…. Saya bilang ke Pak Trisno, “Pak, kalo sampah-sampah itu dijual mentah, lakunya murah banget. Gimana kalo sampahnya diolah dulu, baru dijual? Maksud saya, kita bikin aneka kerajinan yang punya nilai jual dari sampah-sampah tadi? Pasti harga jualnya lebih mahal pak!”

“O gitu…bisa bisa. Terus gimana?”

“Terus, setiap karya yang laku, mereka dapet persenan langsung Pak.  Misal untuk satu bros kain seharga 7 ribu, kita tetapkan 5 rb-nya masuk catatan keuangan Bengkel kreatif, yang 2 rb buat anggota yang jualin. Nah, yang 5 rb nanti kita olah lagi, misal 50% kembali ke Bengkel Kreatif, 30% buat SHU, 20% sisanya masuk ke sekolah. Oya, kalo ada anggota yang bisa jual lebih dari 7 rb juga boleh, misal 8 rb ya, berarti yang langsung masuk ke kantongnya 3 rb. Tujuh ribu itu harga yang disarankan. Gimana Pak?”

“Bagus itu… Kalo sukses, akan sangat menguntungkan sekolah ini. Oke Bu Menik, saya percayakan pengelolaannya ke njenengan!”

Beberapa hari kemudian, saya memanggil si pengurus Bank Sampah yang tidak lain dan tidak bukan adalah Sang Ketua OSIS, Zen! Saya jelaskan program Bengkel Kreatif dan saya sampaikan kalo ada yang jual limbah kain, Bengkel Kreatif akan beli. Eh…ternyata Zen berminat ikutan juga…ikutan bikin bros jilbab loh!

Zen (Ketua OSIS)

Zen (Ketua OSIS)

Zen bukan satu-satunya siswa putra, hari ini dia ditemani oleh Mukhtar yang notabene adalah ketua Bengkel Kreatif. Kalo motivasi Zen ikutan Bengkel Kreatif lebih bersifat sosial, lain dengan Mukhtar yang memang butuh pemasukan untuk biaya sekolah. Jadi, apapun dia lakukan demi bisa dapat uang, he3. Semangat ya Mukhtar….!

Mukhtar Maulana

Mukhtar Maulana

Ada lagi niih, namanya Luna dari bidang keahlian TKJ (Teknik Jaringan Komputer). Awal saya launching Bengkel Kreatif ke anak-anak, si Luna lah yang pertama kali uring-uringan nanya2 kapan kegiatannya dimulai. Dia juga cerita katanya di desanya ada perkumpulan remaja yang khusus bikin kerajinan tangan dari limbah, dan yang penting laku dijual alias ada yang beli, amazing kan? Luna juga ngajakin saya ke desanya siapa tahu bu guru pengen liat2 kali ya. Kesan pertama dari anak ini adalah “semangat” nya yang menyala-nyala. Semoga Luna bisa membawa Bengkel Kreatif semakin maju ke depannya. Untuk itu, dia menjabat sebagai Ketua 2. Oya…Luna juga bisa ngrajut looooh! Siip, bu guru bisa belajar ya Lun, berapa sejamnya Lun? Wuaaa….. ^_^

Luna

Luna

Dalam mengelola Bengkel Kreatif ini, saya dapat teman setia sejiwa (cit cuiiiiit), namanya adalah Bu Farida alias Bu Ida. Ketika ngobrol, ternyata kita punya hobi dan ketertarikan yang sama…berkreasi! Tapi kalo Bu Ida lebih ke kreasi kertas dan karton yaa…. Its ok, beliau juga tertarik mempelajari kreasi yang lain kok. Mangkanye…dengan senang hati Bu Ida berkenan bersama-sama merintis Bengkel Kreatif ini, alkhamdulillah…bersama kita bisa ya Bu Ida…semangat!

Bu Ida antusias ngajari anak-anak, makasih sayangkuuh

Bu Ida antusias ngajari anak-anak, makasih sayangkuuh

Ada satu hal yang tak terduga, ternyata anak-anak langsung terampil bikin bros dari kain, langsung rapi gitu. Gimana enggak heran coba, wong pengalaman saya waktu ngajari temen-temen guru waktu di SDIT lambrita (lambat) nian, he3…maaf (maklum faktor U yah ^_^). Langsung aja nie dokumentasinya.

Bengkel Kreatif Perdana 2

Ayo bapak-bapak…kalian pasti bisa!

Bengkel Kreatif Perdana 3

Motong Kain

Motong Kain

Bengkel Kreatif Perdana 5

Bengkel Kreatif Perdana 6

Perjuangan bapak-bapak ngejahit kain ^_^

Mau tahu hasilnya? Eng ing eng…!

Bengkel Kreatif Perdana 7

belum dirangkai niih, baru satu model soalnya

Bengkel Kreatif Perdana 8

Karya Bu Ida

bengkel kreatif 4 Agustus (2)

Karya Umu & Isti

bengkel kreatif 4 Agustus (13)

Karya Diarti & Endah

bengkel kreatif 4 Agustus (10)

Karya Ika

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

Leave A Response