Pilih SMK atau SMA?

MATERI: Menganalisa konflik yang pernah dialami

Kelas: X TSM 1

 

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah konflik milik Ferdi dkk seperti berikut ini.

Ferdi mengalami konflik batin karena dia ingin masuk SMK, sementara bapaknya menghendaki Ferdi masuk SMA agar bisa melanjutkan sekolah. Tapi, Ferdi nekat mendaftar ke SMK N 1 Kutasari, sehingga hubungannya dengan bapak menjadi dingin. Ketika berpapasan, mereka bersikap acuh dan tidak bertegur sapa.

Pilih SMA Atau SMK

Sesuai kesepakatan, setiap kelompok menceritakan konflik yang sudah mereka analisa, begitu juga dengan Ferdi dkk.

Presentasi Ferdi, Pilih SMA atau SMK

Masuklah ke sesi debat.

Siswa Pro: “Kenapa Bapak kepengen kamu masuk SMA?”

Presentator: “Karena menurut Bapak, kalo sekolah di SMA bisa melanjutkan kuliah.”

Siswa pro: “SMK juga bisa? Malah bisa BMW: Bekerja-Melanjutkan-Wirausaha.”

 

Karena suasana kurang hidup, saya pun memancing agar siswa mau bicara.

Suasana Debat Kurang Hidup

Bu Menik: “Tapi, kalo SMK kesannya kan kurang gaul. Ada film legendaris judulnya ‘Gita Cinta Dari SMA‘, bukan ‘Gita Cinta Dari SMK’ kan? Lirik lagunya Chrisye yang terkenal judulnya ‘Ratna Galih’: Dua sejoli menjalin cinta, cinta bersemi dari SMA. Dan hampir semua sinetron2 ABG jaman sekarang juga pasti menceritakan tentang anak SMA, bukan SMK!

Memancing Keaktifan Siswa

 

Siswa mulai terlihat emosi.

Siswa pro: “Emangnya sekolah buat gaya-gayaan?! Sekolah itu ya belajar”

Siswa kontra: “Belajar tapi tetep gaul kan nggak papa!”

Siswa pro: “Emang gaul itu apa sih…hah?”

Siswa kontra: “*%$#@?/”

Kelompok kontra pun kebingungan dan tidak bisa menjawab, sementara kelompok pro tersenyum puas karena merasa menang. Saya pun mengisi kekosongan itu, “Gaul itu bukan dilihat dari baju yang dipakai, handphone canggih, dan motor keluaran terbaru ya anak-anak. Gaul itu kalo kita memiliki keterampilan khusus dan terus berlatih agar semakin ahli. Ferdi, mengapa bapak tidak mengizinkan kamu masuk SMK?”

Presentator (Ferdi): “Kata bapak saya, kalo masuk SMK tidak bisa melanjutkan kuliah bu.”

Siswa pro: “Berarti kamu harus menjelaskan kepada bapak, kalo masuk SMK justru bisa semua, kuliah oke, kerja juga siap.”

Kelompok pro pun merasa menang karena tidak ada tanggapan lagi dari kelompok kontra. Dengan antusias, beberapa anak dari kelompok pro yang tadi berargumen pun mendaratkan coretan spidol di pipi anak yang tidak aktif ketika debat berlangsung.

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

Leave A Response