Peran Ayah dan Orang-orang Terdekat Setelah Bunda Melahirkan

Selamat buat Pak Panji dan Mba Ria atas kelahiran putri pertamanya, semoga menjadi anak solehah yang membawa kebaikan baik di dunia maupun di akhirat, amiin. Jangan lupa juga doakan kami agar segera menyusul ya….

Gimana rasanya Pak Panji, sudah jadi ayah? Lumayan kepo nih, maklum belum pernah ngerasain punya baby. Mba Ria juga gimana kabarnya, semoga semua berjalan lancar ya…. Kata orang, hampir semua wanita mengalami depresi (baby blues) pasca melahirkan, emang bener Mba?

Saking keponya, saya cari-cari info juga nih Mba, dari beberapa sumber, khususnya tentang kondisi bunda setelah melahirkan dan apa yang bisa ayah lakukan sebagai bentuk dukungan. Itung-itung nambah wawasan atau persiapan pengetahuan sebelum saya jadi bunda juga, iya kan Pak Panji? ^_^

Menurut majalah Ummi online 08 April 2015, setiap wanita memang mengalami depresi pasca melahirkan. Ada yang sering ngeluh, marah, cemas, nangis tanpa sebab, nggak mau ketemu sama bayinya, bahkan nggak mau ketemu sama lingkungan sekitar! Kenapa bisa begitu? Ada beberapa penyebab. Bisa karena pikiran, perubahan kebiasaan dan gaya hidup, rumah berantakan, kelelahan, dan sebagainya. Lalu apa yang bisa dilakukan suami, keluarga, dan teman-teman?

  1. Toleran. Agar bunda nggak terlalu tertekan dan gampang emosi, sebaiknya ayah tidak menuntut kebersihan rumah, baju harus disetrika sampai rapi, hingga minta dimasakin makanan kesukaan ya… Kita bantu bunda meringankan tanggung jawabnya ^_^.
  2. Membantu pekerjaan bunda. Misalnya, nggantiin popok, mandiin baby, nyuci piring, nyuci baju, ngangkatin jemuran, bahkan bikin makanan buat bunda & baby, hihiii…. Dengan demikian, bunda bisa istirahat sejenak dan memulihkan energi. Sehingga, bunda bisa kembali merawat baby dengan lebih baik lagi nantinya.
  3. Menyambut tamu. Beberapa saat setelah melahirkan, teman-teman, tetangga, dan sanak saudara pasti akan datang berkunjung ingin melihat si kecil. Tentunya butuh persiapan untuk menyambut tamu yang datang kan? Nah, orang tua atau mertua bisa mewakili menyambut tamu dan bercerita mengenai proses persalinannya.
  4. Silaturahim. Sebaiknya ayah memberi ijin saat bunda ingin mengundang teman-teman dekatnya. Ini bisa mendorong bunda lebih semangat merawat si buah hati loh….
  5. Berikan kejutan manis. Tahukah ayah, biasanya bunda merasa cemburu ketika perhatian semua orang tertuju pada si kecil! Kalo ayah tidak menyadari hal ini, bunda bisa merasa tertekan dan efek buruknya bisa ke baby juga. Biar bunda tetap ceria dalam mengurus baby, coba deh ayah kasih pelukan, ciuman, dan pijatan lembut. Kasih hadiah kecil juga oke, bisa berupa makanan kesukaan, baju idaman, dan lainnya ^_^.
  6. Memahami kondisi kejiwaan bunda. Jangan kaget kalo suatu hari ayah melihat bunda sedang menangis tersedu-tersedu di belakang pintu kamar, sedangkan baby dibiarkan menangis sendirian. Setelah ayah berusaha mencari tahu, ternyata penyebabnya hanya karena bunda lapar dan pengen makan kue kesukaannya! Kelihatannya nggak masuk akal emang. Menurut UMMI online, ini terjadi karena ibu baru sangat peka terhadap kondisi sekitar. Kalo ayah tertawa ketika mengetahui alasan yang terdengar sepele tersebut, bunda bisa semakin sedih dan menangis. Jadi, dengarkan keluhannya dan cari solusinya. Dengan begitu, semoga bisa memperkecil terjadinya depresi, serta mempercepat pemulihan dari rasa sakit dan trauma. Bunda pun kembali ceria seperti sediakala ^_^.
  7. Siapkan makanan bergizi. Habis bumil (ibu hamil), terbitlah busui (ibu menyusui) ^_^. Yang namanya ibu menyusui itu kan hobinya laper nggih bapak/ibu? Ehehehew… Pastikan bunda makan makanan berserat biar ASI-nya lancar dan BAB-nya juga lancar ya, ayah…. Misalnya, ikan salmon, pepaya, jeruk, labu siam, telur, sayuran hijau, kacang-kacangan, roti gandum, beras merah, sayuran hijau, dan air putih. Oya, jangan lupa hindari makanan yang bisa bikin badan makin melar okeey! Misalnya, kentang goreng, donat, makanan ringan, permen, kopi dengan creamer, ayam goreng, minuman bersoda, dan roti putih (burger & sandwich).
  8. Ajak bunda jalan-jalan. Meski cuma keliling sekitar desa, akan cukup ngebantu bunda mengurangi kejenuhan loh, ayah. Apalagi kalo ke salon, ayah seneng kan kalo bunda kembali cantik seperti waktu penganten baru…ehehew! Ingat, kalo bunda happy, maka ASI jadi lancar, buah hati pun makin cerdas, amiin ^_^.

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

2 Comments on this article. Feel free to join this conversation.

  1. Satria Panji Pradana Maret 6, 2017 pukul 12:15 am - Reply

    Nice info Bu Menik…
    Mugi2 ibu juga cepat2 punya Bayi.. aamiin aamiin….

    • Menik Yuni Hartini Maret 10, 2017 pukul 2:54 pm - Reply

      Amiin…maksih doanya Mr & Mrs Panji ^_^

Leave A Response