Manfaat Positif Dari Nongkrong Sepulang Kerja

Nggak kerasa udah Senin aja, artinya besok udah mulai kerja lagi nih. I love Monday (ehem). Lagi asik meratapi berakhirnya weekend, terdengar ringtone BBM dari HP yang ternyata chat dari Bu Lia. Dia itu salah satu sobat saya waktu ngajar di SDIT dulu. Saya dan Bu Lia sama-sama ngajar kelas tiga soalnya, jadi sering kerja bareng.

“Say, besok makan bareng yuk, hbs plg kerja?”

“Oke say, kapan dmna sapa sapa?”

“Di caramello yuk, jam 14.00 ya. Sama Bu Tri & Pak Mukti, yang lain belum tau ikut apa enggak?”

“Ok deeh.”

Terakhir kami makan bareng itu sekitar 5 bulan yang lalu di Warung Djoglo. Rumah makan yang terkenal mehong ya kan? Tapi jangan syediiiih…ada Bos Pujo yang waktu itu bayarin karena bisnisnya lagi moncer (baru ekspor gula jawa halus ke luar negri).

Nah…untuk kali ini yang bayarin Sist Lia yang baru aja beli HP baru. Sepertinya doi dapet kiriman dari suaminya yang nun jauh di Solo. Asiiik…besok sapa lagi nih yang mau jadi bos? Eike? Kalo saya si udah pernah kelees…waktu perpisahan (resign dari SDIT, pindah ke SMKKU). Yang belum tinggal Sist Shinta & Brother Mukti hayo???!

Makan dan ngumpul bareng temen di cafe? Ada yang menyebut dengan istilah nongkrong! Ada yang bilang kegiatan macam tu nggak penting, mubadzir, buang-buang waktu, nggak bermanfaat, dst. Mendingan nyetrika, nyuci baju, masak, atau jualan mungkin.

Emang nggak sedikit orang yang anti sama aktvitas nongki nongki ini. Ya…saya si menghargai saja, gaya hidup orang kan beda2 ya sistaa…. Mereka pasti lebih tau apa yang terbaik. Tapi, saya mencoba melihat aktivitas yang terkesan remeh ini dari sisi positifnya. Jadi, nggak asal nongki nongki nggak jelas ya gaees….

  1. Meringankan kesulitan. Hidup ini bagaikan roda yang terus berputar. Kadang di bawah, kadang di atas. Saat berada di atas, biasanya kita bisa melaluinya dengan mudah. Namun, saat berada di bawah, ah…rasanya rapuh jiwa ini, bagaikan butiran debu… (eaaa, hihihiii). Ada saatnya kita perlu waktu untuk menyendiri, mengevaluasi diri, mendekatkan diri pada ilahi. Namun, ada juga saat dimana ngumpul bareng keluarga/sahabat akan lebih baik biar nggak terperosok makin dalam. Obrolan ringan dan candaan bersama sahabat akan membantu meringankan beban yang kita pikul. Mungkin mereka nggak punya solusi untuk masalah yang kita hadapi. Tapi, paling enggak kita tau kalo kita nggak sendiri kan gaees ^_^.
  2. Memperluas jaringan. Tentunya kita punya beragam harapan, keinginan dan cita-cita. Berbagai cara kita lakukan agar impian dapat terwujud. Namun, kadang kita nggak tau bagaimana cara memulainya. Nah, kalo kita punya teman dari berbagai latar belakang dan keahlian, maka kita bisa mewujudkan impian tersebut dengan lebih cepat. Contoh, suatu hari ketika makan santai bersama rekan-rekan kantor sepulang kerja, saya menceritakan keinginan untuk memiliki blog. Saya katakan pada mereka bahwa saya sudah coba berulang kali sejak masih kuliah, tapi belum ada perkembangan karena saya tidak punya keahlian di bidang itu. Gayung pun bersambut. Bu Tri cerita kalo dia punya teman (Mas Leman) yang sudah sukses jadi blogger dan dapet penghasilan dari google. Saya pun minta kontak Mas Leman dan minta diajari cara bikin blog pake domain (.com) karena selama ini saya masih pake yang gratisan (wordpress.com). Akhirnya, impian saya jadi blogger pun terwujud, alkhamdulillah, makasih Bu Tri, makasih Mas Leman ^_^
  3. Bisa dapet beragam info. Mulai dari info ringan sampe yang berat. Pernah waktu makan bubur ayam bareng rekan sekantor, salah satu di antara kami membahas berita terkini tentang seorang hafids yang dipenjara karena membawa bendera merah putih bertuliskan lafads syahadat. Menurut hukum Indonesia, ini termasuk penghinaan terhadap negara. Padahal Si Hafids nggak tau kalo apa yang dilakukannya itu melanggar hukum. Wong saya saja baru tau waktu temen saya itu cerita kok. Saya yakin bunda sista semua juga baru tau kaan? Obrolan kami pun melebar ke masalah yang lebih berat lagi. Dimana masih banyak orang yang menghina agama, tapi masih bebas beraktivitas, hmmm…. Mungkin inilah pertanda akhir zaman. Menghina negara lebih berat hukumannya dibanding menghina agama (meski dalam konteks ketidaksengajaan).

Sementara sekian dulu ya sista…udah ngantuk. Kapan2 sambung lagi, kita terusin lagi okeee???

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

2 Comments on this article. Feel free to join this conversation.

  1. Leman Maret 12, 2017 pukul 10:11 pm - Reply

    Ah mba menik bisa aja,, saya kan hanya seorang blogger biasa dan kemampuan yang masih jauh dari para master.
    semangat terus mba dan sukses selalu

  2. Menik Yuni Hartini Maret 15, 2017 pukul 1:30 pm - Reply

    Amiin amiin…master bagi saya mas…. Sukses selalu bwt kita ^_^

Leave A Response