Menyikapi Kematian Bapak

Saya pernah merasa kehilangan, saya pernah merasakan perihnya perpisahan. Tapi, perpisahan kali ini begitu menguras batin hingga gairah hidup seolah sirna seketika! Apa yang saya kejar selama ini seperti tak berarti, semua yang saya raih seakan semu.

IMG-20170329-WA0018

Bapaak, istirahatlah dengan tenang yaaa…. Ya Allah, lapangkanlah kuburnya, ampuni dosa-dosanya, dan terimalah amal ibadahnya, amiin.

Kenangan masa kecil bersama bapak terus terbayang. Saya tidak ingin melupakan kenangan-kenangan itu. Sungguh…terlalu indah untuk dilupakan. Tapi, bagaimana saya harus mengatasi kepiluan ini?

Bapak

Bapak…kepada siapa lagi aku bersandar? Maafkan aku yang mungkin terlalu cengeng…. Bukankah ada Allah yang Maha Pengasih, juga suami yang selalu mencintai? Serta Mamak yang kasih sayangnya sepanjang masa? Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan Nick?

Sempat terlintas pikiran untuk pindah lagi dan menetap di Kebumen, menemani hari tua mamak dan meninggalkan segala yang saya miliki di kota Purbalingga, baik itu karir, persahabatan, dan lainnya. Tapi, saya tahu itu hanyalah emosi sesaat.

Bagaimanapun saya tetap harus melanjutkan hidup. Dan saya beruntung memiliki banyak teman yang datang menghibur.

dukungan doa

Trmksh Atas Doa

Innalillahi

 turut berduka cita

 

Saya sendiri tak mengira banyak yang datang, terutama guru-guru SMK N 1 Kutasari-Purbalingga.

takziah

trmksh atas doa 2

shared location

7icon

Kloter ke-2 usai shalat ‘asar di musholla tempat saya menghabiskan masa kecil bersama teman-teman. Tempat bapak mengumandang adzan hampir setiap hari semasa hidupnya. Tempat dimana bapak akan marah kalau saya tidak berangkat ngaji di sana. Setiap sudut mengingatkanku padamu bapak….

 

Saya pikir hanya beberapa saja yang datang mewakili mengingat lokasinya cukup jauh (2 jam perjalanan naik mobil). Ternyata malah ada 2 kloter 3 mobil. Terimakasih ya Bapak Ibu, terimakasih teman-teman…. Semoga Allah membalas kebaikan kalian, amiin.

takziah guru

Pak Prio, Pak Trisno, dan Pak subur selaku guru senior dan wakil kepala sekolah pun turut hadir.

takziah guru pi

Bu Fuji, Bu Desi, Bu Cut, Bu Titi, Bu Erin…makasih ya…padahal kemaren kalian juga baru main ke rumah saya yang di Purbalingga ya…sekarang main lagi ke rumah yang di Kebumen ^_^ (maafkan foto yang peteng)

takziah satpol

Mas Imam (kakak sulung) mewakili keluarga mengucapkan terimakasih atas kedatangan rekan-rekan guru & memohon doa untuk bapak…makasih ya mas

 

Terimakasih juga ya Pak Dheni, sudah menggantikan saya menjadi pengawas Ujian Sekolah di SMK N 1 Bojongsari. Terimakasih juga sudah membawakan mug saya, maaf merepotkan. Hari-hari Ujian Sekolah SMK/SMA tahun 2017 (20-22 Maret 2017) mungkin tak pernah terlupakan oleh saya hingga akhir waktu nanti pak…. Karena di saat itulah detik-detik menjelang bapak menghembuskan nafas terakhirnya (22 Maret 2017).

mug pengawas us bojes

Seminggu saya di Kebumen, dari hari Rabu malam tanggal 21 Maret sampe Rabu sore tanggal 29 Maret 2016. Selama di Kebumen, saya membantu mamak mengurus kematian bapak ke BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional) &  Taspen (Tabungan dan Asuransi Pensiun). Hari Kamis besok saya sudah harus di Purbalingga untuk bekerja. Apalagi Pak Prio (Waka Kurikulum) sudah mengingatkan untuk berangkat ke sekolah hari Kamis besok karena ada yang harus ditandatangani. Yah, setumpuk berkas pengajuan ke Provinsi. Saya yakin kesedihan ini akan segera terobati dengan bekerja dan berkumpul kembali dengan teman-teman, insya Allah.

 

hrs ke skol

revisi berkas provinsi

Kerja di hari pertama langsung lembur sampe malam karena ada kesalahan ukuran kertas. Ada yang sempat pulang ke rumah untuk mandi & ganti baju, ada juga yang belum.

Memang terasa sedikit berat. Mungkin rekan-rekan di kantor juga merasakannya. Sebenarnya saya ingin bersikap seperti biasa: bercanda, bernyanyi, mengganggu teman, dan sesekali tertawa lepas. Tapi, saya juga tidak mau memaksakan diri untuk segera pulih.

Semua ini adalah proses, sebuah episode hidup yang harus saya lalui. Saya tidak membatasi diri sampai kapan fase ini berlangsung. Entah sebulan, dua bulan, tiga bulan, dan seterusnya. Saya mencoba bersabar dan menerima dengan ikhlas.

Saya yakin bapak ingin melihat saya bahagia dan semangat menjalani hidup. Bapak pasti sedih kalau saya terus-menerus meratapi kepergiannya. Saya harus makan dengan teratur, tidur cukup, dan meluangkan lebih banyak waktu untuk merawat diri.

Lagipula, saya masih bisa mengungkapkan rasa sayang dengan menjadi anak solehah dan mendoakan bapak kan? Bukankah doa anak yang soleh termasuk salah satu amalan yang tak kan putus pahalanya hingga di alam kubur?

Meski tersayat hati ini saat teringat bapak, tapi saya tidak ingin, dan tak akan bisa melupakan kenangan-kenangan bersamanya. Justru saya ingin menikmati setiap keping kenangan itu. Ketika teman-teman bercerita tentang masa kecil, maka saya juga punya banyak stok untuk diceritakan ^_^.

bpk pku

Foto terakhir bapak sebelum meninggal

setahun yg lalu (2016)

sekitar setahun yg lalu (2016)

 

 

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

Leave A Response