Review Buku 7 Keajaiban Rejeki by Ippho Santosa

Buku 7 Keajaiban Rezeki

RECOMEND

Pas banget buat yang lagi pengen kaya! Ups…maaf, maksud saya pas buat yang pengen rejekinya cukup, berkah, bahagia dunia dan akhirat.

Pas juga buat mengobati penyakit kikir/pelit, insya Allah cepet sembuh kalo udah khatam buku ini. Jangan kaget kalo entar sista jadi hobi sedekah dengan hati riang gembira ya! Itu karena kita tahu kalo sedekah itu nggak bikin miskin, tapi malah tambah kaya beripat-lipat loh! Nggak percaya? Rugi sendiri sist!

So, bisa banget nih dikasihkan ke bebeb biar jatah belanjanya makin lancar yaaa. ^_^ Atau kalo bebebnya gak suka baca, cari cara untuk jelasin isi bukunya ke dia. Jadi, nggak cuma rejekinya yang makin ngalir, tapi rumah tangganya pun makin sakinah mawaddah warrahmah, hihiii. ^_^

COVER

cover depan

cover belakang

IDENTITAS BUKU

Judul: 7 Keajaiban Rejeki

Penulis: Ippho Santosa

Editor: EnterTrend

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

ISBN: 978-979-27-6923-4

Tanggal Terbit: Maret 2010

Cetakan ke-36

Jumlah halaman: 192

Jenis cover: Hard Cover

Kategori: Bisnis & Motivasi

Harga: Rp 85.000,00

Kebetulan saya pinjam di perpustakaan sekolah ^_^.

Tapi, karena bukunya bagus banget, jadi saya memutuskan untuk beli sendiri dalam waktu dekat.

Buat apa? Buat dipinjemin ke orang-orang biar mental kaya-nya makin terasah! Ehehee.

Dengan begitu, semoga tingkat kemiskinan di Indonesia menurun, ya kan sista? Hihiiii.

MY OPINION

Isinya bener-bener fresh hasil pemikiran Bang Ippho. Well, saya merasa baru pertama kali membaca buku motivasi bisnis. Padahal sebelumnya saya sudah membaca beberapa buku bisnis tentunya, karena saya kuliah di jurusan ekonomi.

Bahasanya komunikatif banget, Bang Ippho seperti sedang ngobrol langsung dengan pembaca. Saya sendiri nggak sadar udah selese aja baca bukunya, tau tau udah halaman terakhir.

 Meskipun tema bahasan-nya berat (tentang bisnis), tapi Bang Ippho membuatnya terasa renyah, tidak seperti buku-buku bisnis kebanyakan yang membuat dahi mengkerut. Bahkan Bang Ippho sering bercanda dan melontarkan guyonan. Tapi, guyonannya cerdas dan nggak keluar dari topik ya gaes! Bukan guyonan alay, hehe.

Dapat bonus audio motivasi (CD) dengan durasi 3 jam yang isinya nggak main-main sista! Tokoh-tokoh sukses, pembicara, profesional, pengusaha, dan networker menceritakan bagaimana mereka menerapkan keajaiban rezeki dalam karir, bisnis, dan kehidupan. Kalo kita dateng ke seminar tokoh-tokoh tersebut kan pasti mahal fee-nya sist…apalagi berharap ketemu dan tanya-tanya langsung, agak susah juga untuk orang-orang seperti saya, aku mah apa atuuuh (hiks). Siapa saja tokoh-tokoh sukses tersebut? Cus…beli/pinjem bukunya langsung aja ya say!

Oya, ada bonus tambahannya juga loh! Selain audio, kita juga dapat lagu motivasi. Jadi, dijamin puas deh! Daripada dengerin lagu-lagu galaw terus jadi lemes males ngapa-ngapain….mending dengerin lagu yang bikin kita jadi semangat kan sista?

SARAN & KRITIK

Ada beberapa gambar dalam buku ini. Saya tidak mengomentari kenapa warnanya harus hitam putih (buram)? Kenapa nggak berwarna aja biar menarik? Sama sekali tidak. Bang Ippho dan penerbit pasti punya pertimbangan tersendiri ya kaan? Lagian…emang kita anak TK yang perlu rangsangan warna-warni, bentuk, dan bau? Hehehe….

Yang saya pertanyakan adalah…kenapa tidak ada penjelasan secara langsung di dalam teks (parafgraf)? Memang setiap gambar ada keterangannya, saya juga bisa memahami mengapa Bang Ippho mencantumkan sebuah gambar di halaman tertentu. Namun, entah mengapa saya merasa sebagian besar gambar di buku ini kurang di-eksplore. Sehingga, orang-orang awam macam saya menjadi geregetan sendiri ^_^.

Contoh kecil ya Bang (ngarep Bang Ippho baca dan menanggapi review saya suatu hari nanti, hihiii)…di halaman 59 yang judul tulisannya “Memulai Usaha Cara Kiri”. Di situ Bang Ippho mencantumkan foto Sandiaga Uno.

Beberapa waktu sebelum saya membaca buku ini, dan sebelum Pilkada DKI 2017 juga, saya sudah tahu siapa Sandiaga, tapi hanya sebatas sebagai pengusaha. Itu karena nggak sengaja saya nonton acara di sebuah station televisi swasta yang sedang menayangkan figur Sandi. Coba Bang, kalau yang baca buku belum tahu siapa Sandiaga Uno? Kalo orangnya mau meluangkan waktu untuk cari tahu si nggak masalah, kalau nggak kan kasian tuh orang…nggak bisa menikmati ilmu di buku ini secara maksimal, hehee…. Tapi, Bang Iphho juga bisa jawab: “Derita elu keleees…!” Oke fine! Sabar ya sistaaa ^_^

Saya hanya bisa berharap Bang Ippho menjelaskan sekilas di dalam paragraf, bagaimana cara memulai usaha versi Sandiaga Uno.

Oya satu lagi, kenapa setiap gambar tidak ada keterangan sumbernya? Apakah itu berarti semua gambar di buku ini merupakan dokumen pribadi Bang Ippho? Kalau iya, berarti Bang Ippho & tim yang memotret sendiri Oprah Winfrey di halaman 56? Hihiii…. Kalau menurut sista gimana? Penting nggak sih sumber foto dalam sebuah buku?

RATING

Sebenernya pengen ngasih rating tertinggi (5). Tapi hanya karena masalah foto, maafkan jika saya memutuskan rating 4 untuk buku luar biasa ini. Terimakasih untuk Bang Ippho Santosa yang sudah berbaik hati menulis dan menyebarkan buku “7 Keajaiban Rezeki” kepada kami para wanita yang juga butuh ilmu bisnis. Siapa tahu kami bisa sukses bisnis seperti istri pertama Rasulullah (Bunda Khadijah), sehingga beliau bisa membantu perjuangan islam dengan hartanya.

SONG

Lagu yang pas mewakili buku ini adalah “Sedekah” Opick feat Amanda, mana suaranyaaah…!

NEW KNOWLEDGE

Halaman 28

Hukum tarik-menarik (Law of Attraction/LOA):

“Apa yang Anda pikirkan, itulah yang semesta berikan. Pikiran Anda-lah yang menarik segala sesuatu itu terjadi. Tentu saja dengan izin Yang Maha Kuasa.”

Jadi, kalo kita berfikir kaya, maka alam akan menarik segala hal yang membuat kaya mendekat pada kita sist! Allah sesuai sesuai dengan persangkaan hamba-Nya kan?

Halaman 76, 77, & 97

Hermawan Kartajaya: “Nabi Muhammad itu ‘kan pengusaha. Mestinya sih Muslim itu juga jadi pengusaha. Berdaganglah engkau, karena sembilan dari sepuluh pintu rejeki itu berada di perdagangan.”

Robert Kiyosaki: “Jika Anda membangun bisnis yang melayani ribuan orang, maka sebagai timbal-baliknya, Anda akan menjadi jutawan. Jika Anda membangun bisnis yang melayani jutaan orang, maka Anda akan menjadi miliarder.”

Sebelum tahu kutipan ini, saya sering menyampaikan di depan kelas ketika sedang mengajar kewirausahaan: jika kita memiliki visi yang besar dalam berwirausaha, maka usaha kita juga akan tumbuh menjadi besar. Sebaliknya, jika visi usaha kita hanya sebatas untuk kepentingan diri-sendiri, maka perkembangannya juga kurang signifikan. Visi yang besar itu yang bagaimana? Visi yang besar adalah visi yang memberikan manfaat bagi banyak orang.

Kalo mau usaha kita besar, kita harus punya alasan yang besar juga, jangan alasan yang ecek ecek! Alasan yang besar itu apa? Ya ini salah satunya sist, bahwa berwirausaha/berdagang itu dianjurkan oleh Rasulullah. Itu artinya, kita nggak cuma dapat pendapatan, tapi dapat pahala juga karena kita sudah mengikuti apa yang dicontohkan oleh Rasul. Adeem yaaa ^_^.

Yuk sista, harus semangat usaha buat nambah-nambah koleksi baju, tas, sepatu, dll. Eh…salah ya? Nggak juga kok lah, kan jadi nggak membebani suami karena bisa beli sendiri (uhuk uhuk ^_^).

By the way, pemikiran saya dengan Pak Robert dan Pak Hermawasama berarti sama ya say? Pemikiran orang-orang bermental kaya! Hihiii.

Halaman 78 

Teman Bang Ippho: “Kalau Anda terlahir miskin, itu bukan salah Anda. Tapi, kalau Anda mati miskin, itu salah Anda!”

Ulala banget nggak sih sista? Hmm…gtw mau ngomong apa sama quote yg satu ini. Speechleess. Gantian kamu yang ngomong deh sist….?

Halaman 95

Teman Bang Ippho: “Menghirup dan menghembuskan udaralah yang membuat kita sehat. Menghirup tanpa menghembuskan udaralah yang akan membuat kita sakit, Mengambil itu seperti menghirup. Memberi itu seperti mengehembuskan.”

Baru kepikiran konsep kaya gini. Padahal udah ada beberapa perumpamaannya di sekitar kita. Dan saya nemu satu, cek di MY QUOTE ya say? Ehem.

 Halaman 98

Khalifah Ali: “Pancinglah rezeki dengan sedekah.”

Terkesan nggak ikhlas ya sist? Semacam mengharap balasan? Tapi, kalo yang mengucapkan kalimat ini sahabat Rasul yang dijamin masuk surga, masa mau ngebantah?

Dan di halaman 99 Bang Ippho mengajak kita berfikir lagi nih, “Manusia adalah makhluk pamrih. Sudah menjadi fitrah manusia untuk mencari kenikmatan (pleasure) dan menghindar dari kesengsaraan (pain). Yang Maha Kuasa tahu persis soal ini. Bukankah Dia yang mengajarkan ini, dengan adanya pahala dan surga, dosa dan neraka? Jadi, bolehkah pamrih? Ya, boleh! Asalkan pamrihnya kepada Dia. Bukan kepada sesama. Dan memang kita disuruh untuk pamrih, berharap, dan meminta kepada-Nya. Bahkan meminta kepada-nya itu dicatat sebagai ibadah. Dia malah murka kepada mereka yang tidak mau meminta kepada-nya.”

Gimana sista, masih belum puas? Kalo masih penasaran, mending baca sendiri aja deh bukunya.  Tapi ya itu, sista akan bernasib sama seperti saya: pemikiran tentang sedekah akan berubah 170%! Hehee.

MOVIE/VIDEO

Ada satu iklan Thailand yang sukses bikin saya menitikkan air mata. Dan ketika saya memutarkannya di kelas teknik sepeda motor yang isinya siswa laki-laki semua, mereka emang nggak nangis, tapi terdiam cukup lama dengan ekspresi wajah tak terdefenisi ^_^ Iklan dengan durasi kurang dari 2 menit ini mengisahkan seorang laki-laki yang hidupnya pas-pasan tapi gemar berbagi.

FAVORITE QUOTE

Halaman 90

“Anda mungkin tidak menyukai bangsa Yahudi. Namun demikian, tidak ada salahnya kalau Anda sedikit belajar dari mereka. Sejumlah kampus di Israel mengharuskan mahasiswa mereka – tepatnya mahasiswa dari fakultas ekonomi – menggarap suatu proyek bisnis di akhir tahun perkuliahan. Bekerja secara berkelompok, mereka hanya bisa lulus kalau proyek tersebut mampu mencetak laba satu juta dolar atau sekitar Rp 9 miliar! Aha, ini baru namanya Indeks Pendapatan Kumulatif!” 

Ya ya ya…quote ini yang bikin saya nyesel sekaligus nyesek, kenapa nggak mulai berwirausaha dari dulu waktu masih sekolah? Kenapa baru sekarang hasrat itu ada? Sebenernya jawabannya sudah jelas, karena dulu belum ada buku ini! Eaaa ^_^

 Halaman 100

“Sedekah itu tidak harus berbentuk uang. Senyum juga sedekah. Ilmu juga sedekah. Nah, ini ada benarnya. Hanya saja, itu semua tidak cukup. Tetap perlu sedekah dalam bentuk uang. Makanya muncul angka 2,5%, 10%, 2 kali lipat, 10 kali lipat, dan 700 kali lipat.”

Sedekah senyum dapatnya senyum, sedekah ilmu dapatnya ilmu, sedekah uang dapatnya…? Hihiii…saya hanya menirukan apa kata Bang Ippho sist! What you give is what you get, atau bisa disebut dengan Hukum Timbal Balik (Law of Reciprocity). Eeeits, dilarang protes sebelum sista baca bukunya sampe khatam, okay?! Peace ^_^.

Halaman 113

Rumus enteng rezeki: Dagang + Doa + Dhuha + Derma = Duit + Dahsyat (6D)

Ngomong-ngomong masalah dagang, bukankah Rasulullah sudah berdagang sejak masih kecil? Bukankah Khadijah istri Rasul yang kaya raya itu juga pedagang? Dan bukankah hampir semua sahabat Rasul yang kaya seperti Usman juga berdagang? Kesimpulannya, berdagang merupakan salah satu kebiasaan dan budaya islam sista…. Jadi, mari semangat berdagang!!!

Halaman 140

Ngomong-ngomong, Anda tahu apa beda manusia dengan komputer? Aslinya sih, manusia itu jauh lebih canggih daripada komputer. Tetapi,  kenapa ya manusia bisa kalah telak dengan komputer? Alasannya, karena komputer itu punya tombol Enter. Jadi, langsung action, langsung execution.

Lha, kalau manusia? Mana punya tombol Enter! Punyanya tombol Entar! Maksudnya, “Entar, entar, entar!” Makanya, tidak langsung execution. Hehehe!

Apa nggak grusa-grusu tuh namanya? Ya, boleh saja sih sista berpendapat, mau setuju boleh, enggak juga terserah ya kan?

Kalo kata Bang Ippho sih, habiskan dulu jatah gagal kita biar cepet ketemu sama keberhasilan.

Kalo kata Thomas Alva Edison penemu lampu pijar, “Saya bukan gagal 10.000 kali. Saya tidak gagal satu kali pun. Saya berhasil membuktikan bahwa ada 10.000 cara yang keliru. Ketika saya telah mengetahui cara-cara yang keliru, akhirnya saya akan menemukan sebuah cara yang benar.” Right?

MY QUOTE

Nick: “Memberi & menerima itu ibarat  mendonorkan darah. Donor darah tidak membuat kita kekurangan darah atau bahkan anemia, tapi justru darah kita menjadi segar karena tergantikan oleh darah yang baru.”

Subhanallah ya sista…. Jadi, kita nggak perlu khawatir ini dan itu! Yah, meskipun beberapa tahun terakhir saya selalu ditolak kalau mau donor darah. Kenapa? Karena berat badan saya tidak memenuhi syarat alias gering. Puas??!!! ^_^

Btw, miskin darah tidak sama dengan miskin rezeki, right?

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

Leave A Response