Review Buku “Percepatan Rezeki” by Ippho Santosa

Sumber: https://ecs7.tokopedia.net/img/product-1/2017/1/5/7404564/7404564_d54d9c41-9990-446e-850d-63f79f6265a4_1116_800.jpg

Sumber:
https://ecs7.tokopedia.net/img/product-1/2017/1/5/7404564/7404564_d54d9c41-9990-446e-850d-63f79f6265a4_1116_800.jpg

RECOMEND

Nggak beda jauh sama buku “7 Keajaiban Rezeki” sebelumnya, buku ini cocok untuk kita yang butuh motivasi bisnis. Karena memang buku ini kelanjutan (episode bersambung) dari buku 7 Keajaiban Rezeki. Insya Allah semangat kita akan semakin membara dalam mengais rezeki, hehe.

IDENTITAS BUKU

Judul: Percepatan Rezeki

Penulis: Ippho Santosa

Editor: EnterTrend

Penerbit: Elex Media Komputindo

ISBN: 978-979-27-9329-1

Tanggal Terbit: Januari 2013

Cetakan ke-11

Jumlah halaman: 141

Jenis cover: Hard Cover

Kategori: Bisnis & Motivasi

Harga: Rp 69.800

MY OPINION

Buku ini merupakan kelanjutan dari buku “7 Keajaiban Rezeki” yang sudah saya review sebelumnya (sudah baca kan?”). Jadi, buku ini sifatnya menyempurnakan dan melengkapi. So, maafkan kalo NEW THOUGHTS nya cuma dikit yaaa….krn emang sebagian besar isi buku sudah saya pahami.

Butuh waktu singkat untuk saya menyelesaikan “Percepatan Rezeki” karena Bang Ippho masih dengan humor-humornya, yang membuat saya betah membuka lembar demi lembar.

Oya, kalo mau baca “Percepatan Rezeki”, harus baca buku “7 Keajaiban Rezeki” dulu yaa. Kalo enggak, nanti bingung sendiri. Ibarat nonton sinetron tapi ketinggalan cerita. Hehe.

Terus apalagi ya? Emmm…kadang saya ngerasa Bang Ippho sedikit lebay, maaf. Semoga itu hanya perasaan saya saja. Seperti membawa pembaca terbang tinggi ke langit, padahal kenyataannya nggak semudah itu.

Tapi, saya ambil positifnya si…saya yakin niat Bang Ippho baik, yaitu agar pembaca bisa termotivasi dan bangun dari tidurnya, iya kan Bang? Termasuk saya. Jujur saya jadi semangat tiada tara ini. Saya semakin yakin kalo saya bisa jadi orang kaya asal mau berusaha, ehehe.

NEW THOUGHTS

Halaman 31

Berikut ini adalah jalur-jalur menuju keberkahan dan keberlimpahan.

  1. Miliki pembeda (differentiation) dan pengali (leverage). Karena sesungguhnya, differentiation x leverage = success.
  2. Miliki keahlian memasarkan. Apakah memasarkan gagasan, barang, jasa, dan lain-lain.
  3. Miliki relasi yang luas. Di mana 80% relasi di bidang utama dan 20% relasi di bidang lainnya.
  4. Fokus pada satu bidang dan jangan tergoda dengan “mainan baru”. Sampailah bidang itu menghasilkan dan bisa ditinggalkan.
  5. Segerakan pekerjaan dan tunda kesenangan. Inilah bedanya pemenang dengan pecundang.
  6. Miliki pembimbing yang teruji, tegas, dan tulus. Bilamana salah satu sifat tidak terpenuhi, kemungkinan hasilnya akan biasa-biasa saja.
  7. Miliki sumber rezeki harian dan rezeki harimau. Istilah kerennya, passive income dan massive income.
  8. Terapkan 7 Keajaiban Rezeki dan Keajaiban Ke-8. Sepenuhnya, jangan setengah-setengah.

***

Miliki pembimbing. Ini saya belum nemu, nyari dimana yaaa (muka memelas)? Trus yang saya belum mudeng adalah “PENGALI” maksudnya apa si Bang? Kok saya belum mudeng? Everyone plis help me (muka memelas, lagi)?!

Halaman 66

Sedekah senyum balasnya senyum. Sedekah doa, balasnya doa. Sedekah duit, balasnya duit dari Allah, juga senyum dari si penerima, dan doa dari malaikat. Tinggal pilih, mau sedekah apa!

***

Gimana sist, mau sedekah yang mana? Jangan kaya orang susah keleees. Hahaaa. Just kidding.

Halaman 73

Perumpamaan inilah yang kami maksud dengan shalat dhuha. Ketika Anda melakukan shalat dhuha selama sekian menit, berarti Anda telah ‘menghabiskan’ sebagian waktu produktif  Anda untuk-Nya. Maka, dapat dipastikan Dia akan mengganti waktu produktif Anda. yang namanya ganti dari-Nya, tentulah tidak tanggung-tanggung. Layaknya sebuah keberuntungan!

***

Yang saya tahu shalat dhuha memang bisa melancarkan rezeki. Mari kita luangkan waktu di tengah kesibukan untuk beduaan dengan Allah memohon kemurahan dari-Nya.

Halaman 98

Apa kaitan impian dengan tindakan?

  • Impian belaka tanpa tindakan adalah mimpi di siang bolong.
  • Tindakan belaka tanpa impian adalah mimpi buruk. Sangat buruk.
  • Impian itu seperti arah dan tindakan itu seperti berlari.
  • Setepat apapun arah Anda, tapi Anda tidak bergerak sama sekali, itu sama saja mimpi di siang bolong.
  • Secepat apa pun Anda berlari, sejauh apapun Anda berlari, seserius apapun Anda berlari, tapi kalau arahnya salah, itu sama saja mimpi buruk. Sangat buruk.
  • Walaupun Anda hanya merangkak, asalkan arahnya benar, maka itu jauh lebih baik daripada berlari dengan arah yang salah.
  • Berlari dengan arah yang  benar, itulah yang terbaik, siap?

***

Ayo semangat! Kalo jatuh, segera bangkit lagi ya! Jangan terpuruk terlalu lama okeeeh?! Btw, arahnya sudah benar belum? Sudah bawa peta atau kompas? Siapa tahu bingung di tengah jalan kan? Hihiii.

Halaman 99

Kalau Anda memilih hidup yang sedang-sedang saja atau biasa-biasa saja, bisa jadi itu egois. Karena hanya mementingkan diri sendiri. Mestinya? Anda sukseskan dan kayakan orang lain.

Saat anak Anda sakit keras dan Anda tidak mampu membiayainya, sampai hatikah Anda ngomong, “Yang penting kaya hati, Nak.”

Saat ibu Anda ingin berhaji dan Anda tidak mampu membiayainya, sampai hatikah Anda ngomong, “Dunia ini hanya sementara, Bu.”

Sering digembar-gemborkan, orang kaya itu susah masuk surga. Lha, istri dan sahabat Nabi itu kaya. Apa mungkin, lantaran kaya , mereka jadi susah masuk surga? Yang susah masuk surga itu adalah mereka yang salah dalam mendapatkan dan membelanjakan harta.

***

So, pilih jadi orang kaya atau yang biasa-biasa aja sist? Ehem.

FAVORITE QUOTE

Halaman 29

Robert Kiyosaki, “Jangan mengajari babi bernyanyi. Itu hanya membuang waktu Anda dan itu membuat babi terganggu.” Maksudnya, jangan memberikan motivasi kaya kepada orang-orang yang tidak ingin kaya.

***

Haha…curhat ya Bang? Tapi saya suka nih, lucu! Emang nggak semua pembaca percaya dan yakin dengan metode percepatan rezeki Bang Ippho. Tapi, kalo saya sih suka mencoba berbagai cara untuk mencapai satu tujuan. Asal yakin dan usaha, hasilnya mah tawakal aja yess?!

Halaman 114

QS. 8: 65-66: “Dengan keyakinan yang benar dan kesabaran yang benar, satu orang dapat menghadapi dua sampai sepuluh orang sekaligus.” 

Perlu dicatat, ini bukan kami yang menjanjikan, melainkan Allah yang menjanjikan. Hendaknya janji Allah ini mampu melipatgandakan keyakinan Anda. Misalnya, dalam konteks persaingan bisnis. Di mana perusahaan kecil mampu menggusur perusahaan besar. Perusahaan anyar mampu menggeser perusahaan lawas. Sudah terlalu banyak contoh di luar sana. Beneran terjadi. Nah, apa rahasianya? Nomor satu, yah itu tadi, keyakinan.

***

Jadi, jangan ragu dan terus maju ya! Semua orang punya potensi yang sama. Tinggal kitanya aja mau mengoptimalkan apa enggak, ya kan?

MY QUOTE

Nick, “Jangan mengajari kerbau membaca. Itu akan sia-sia dan membuat kerbau terganggu.”

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

Leave A Response