Persiapan Fisik Sebelum Kehamilan

Hai semua, calon bunda yang kece punya. Pengen berbagi cerita pas kemaren saya dan suami ke dokter kandungan nie. Menurut referensi yang saya baca, salah satu tujuan melakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter sebelum hamil adalah untuk memastikan kesuburan pasutri (fertilitas). Kita jadi tahu kondisi kita, subur apa nggak?

Sebenernya udah lama Mas Canggih ngajak ke dokter spesialis kandungan. Pernah sih ikut program hamil sama Bidan Doris yang terkenal mumpuni di Purbalingga, tapi belum membuahkan hasil. Ya, mungkin karena usaha kami yg belum maksimal. Dari situ, banyak teman-teman bilang, “Kenapa gak ke dokter kandungan aja?”

Alhasil malem Senin kemaren saya, Mas Canggih, Ibu, dan De Nana langsung cus ke Klinik “Restu Ibu” di depan GOR Satria Purwokerto.

Kartu Restu Ibu

Teman-teman Mas Canggih banyak yang nyaranin dr. Adi karena katanya banyak yang hamil setelah ke sana. Mereka juga udah bilang kalo dr. Adi itu mahal, tapi Mas Canggih sepertinya gak peduli, yang penting dapet generasi penerus, hihihi….

Waktu menunjukkan sekitar pukul 20.00, kami cuma antri 1 pasien, jadi gak lama kemudian dipanggil masuk. Setelah ngobrol sebentar, perawat menuntun saya ke ruang USG untuk mengetahui kondisi rahim. Dan inilah hasilnya:

USG

Kemudian dr. Adi menjelaskan kalo rahim saya bagus, normal, sehat, dan baik-baik saja. Gak ada penyakit atau sejenisnya. Saya pun sedikit lega. Lalu, kenapa hampir 3 tahun saya belum juga hamil? Padahal kami sudah berhubungan dengan teratur tanpa alat kontrasepsi, bahkan sudah pernah ikut program hamil. Dalam buku Panduan Super Lengkap Kehamilan, Kelahiran, dan Tumbuh Kembang Anak Bagi Muslimah, kami disebut sebagai pasangan infertil, yaitu pasangan yang sulit memperoleh keturunan. Penyebabnya 50% berasal dari istri, 40% dari suami, dan 10% tidak terjelaskan (infertilitas idiopatik).

1

Penyebab-penyebab infertilitas tersebut antara lain.

  1. Kesalahan teknik senggama yang menyebabkan penetrasi ke kemaluan istri menjadi tak sempurna.
  2. Kualitas sperma dan kebiasaan suami yang berdampak buruk pada hubungan suami istri, seperti merokok, sering begadang, beraktivitas tanpa jeda, gaya hidup yang kurang sehat, dll.
  3. Kondisi psikis istri yang penuh tekanan dan tidak rileks, serta kondisi fisik yang tidak sehat karena adanya endometriosis, tuba falloppi tidak normal, ovulasi tidak normal, organ-organ reproduksi tidak normal (vagina, serviks, korpus, atau endometrium), dan imunologi.

Berarti, kalo dari saya lebih kepada kondisi psikis kali ya…. Kemudian, dokter pun menjelaskan dan menyarankan beberapa hal berikut ini.

  1. Batasi asupan karbohidrat dan lemak, ini langkah pertama kalo pengen punya anak. Makan aneka makanan yang mengandung vitamin E, vitamin C, vitamin B12, asam folat, betakaroten, zat besi, seng, dan selenium. Asam folat berguna untuk mencegah bayi cacat lahir guys! Makanan yang mengandung asam folat contohnya sayuran hijau, kacang-kacangan, dan hati. Selain makan makanan sehat, perlu juga untuk mengonsumsi suplemen. Nie segepok obat yang dikasih dokter buat saya dan mas Canggih (sejauh ini saya tidak tahu mana yang suplemen mana yang bukan.
  2. Hindari makanan-makanan seperti mie ayam, bakso, nasi goreng, ciki-cikian, bakery, cokelat, makanan yang mengandung vetsin, dan sejenisnya. Intinya sih, sayur dan buah everytime! Sayurnya kalo bisa yang beraneka warna ya. Terus, stop segala macam minuman berwarna, bersoda, apalagi beralkohol. Yup, hanya air putih saja yang harus kita minum. Jadi, gak ada lagi acara ngopi dan katakan tidak pada makanan2 kesukaan selama ini!
  3. Rajin olahraga tentunya, misalnya berjalan kaki, bersepeda, renang, senam kebugaran jasmani, atau senam otak. Sempatkan walau hanya 30 menit dalam sehari. Olahraga membuat tubuh menjadi sehat dan bugar. Kondisi ini membuat hubungan suami istri menjadi lebih baik. Selain itu, olahraga juga mampu membuat mental menjadi lebih rileks, ini sangat baik bagi pasutri yang sedang merencanakan kehamilan.
  4. Hindari bekerja terlalu berat hingga melalaikan hak tubuh untuk beristirahat karena akan berpengaruh buruk bagi hubungan pasutri. Jangan terlalu sering begadang atau lembur tanpa jeda istirahat. Ini akan membuat tubuh menjadi loyo dan malas berhubungan dengan pasangan. Kemungkinan memperoleh keturunan pun semakin kecil. Rasulullah sudah mengingatkan kita melalui hadistnya, “Sesungguhnya tubuh mempunyai hak atas kamu” (Muttafaq Alaih). Istirahat di sini bukan berarti nganggur total tanpa melakukan apa-apa ya, tapi refreshing di sela-sela aktivitas, misalnya menelepon keluarga, saling berkirim sms mesra, membaca kata-kata motivasi, shalat, membaca Al-Quran, dan lain sebagainya.Setelah berkonsultasi dengan dokter, saya menemukan sebuah fakta bahwa pola makan saya selama ini 95% bertentangan dengan program kehamilan! Semua makanan yang saya konsumsi bahkan saya sukai selama ini adalah salah! Ooh God, inilah saatnya memulai hidup baru yang lebih sehat.Sayang, semua ini demi kamu nak, sampai kamu lahir pun Bunda akan selalu menjaga pola hidup sehat biar kamu tumbuh jadi anak yang sehat dan cerdas, juga soleh/solehah ya sayang….

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

Leave A Response