Tips Menginspirasi Orang Lain Tanpa Pamer

Setiap orang punya kebutuhan untuk dihargai, diakui, bahkan dipuji sama orang lain dan lingkungan sekitar. Menurut Abaraham Maslow, kebutuhan aktualisasi diri ada di peringkat ke-5 setelah kebutuhan pokok (fisiologis), keamanan, sosial, dan harga diri terpenuhi. Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah dengan menampilkan kelebihan, keunggulan, keberhasilan, prestasi, dan sejenisnya. Istilah ekstrem untuk cara ini adalah “pamer”.

www.bimbingan.org

www.bimbingan.org

Saat ini, teknologi memudahkan seseorang untuk pamer. Yang paling populer adalah melalui media sosial, seperti FB, instagram, twitter, dan semacamnya. Dengan mengunggah foto-foto miliknya, seseorang berharap orang lain tahu apa yang dia miliki dan apa yang dia lakukan.

Motivasi pamer setiap orang pun macam-macam. Ada yang pengen dianggap pintar, kaya, cantik, bahkan shalih atau shalihah. Motivasi-motivasi ini menentukan bagaimana seseorang berperilaku. Misalnya, karena pengen dianggap kaya, seseorang menampilkan harta benda mewah miliknya.

Menurut Astri Syafitri Widianti, psikolog pada Essa Consulting Group Jakarta (dalam majalah UMMI Edisi September 2015), perilaku pamer disebabkan oleh enggak terpenuhinya kebutuhan seseorang untuk diterima, dihargai, dihormati, dan dicintai. Sehingga, ia gemar mencari perhatian dari lingkungan sekitarnya agar dapat diterima dan dihargai.

Pamer = Narsis?

Apakah pamer sama artinya dengan narsis? Pamer adalah menampilan keunggulan diri agar mendapat penghargaan dari orang lain. Sedangkan narsis itu nggak sekedar pamer, tapi juga perilaku mencintai diri sendiri secara berlebihan.

Orang narsis merasa dirinya paling unggul. Mereka selalu berusaha membangun imej keunggulannya tersebut dengan berbagai cara tanpa memedulikan orang lain. Sehingga cara yang mereka lakukan cenderung manipulatif, penuh kebohongan, dan mengada-ada. Akibatnya, harga diri dan integritas mereka jadi rapuh.

Terus, apa bedanya orang narsis sama orang pamer?

Orang pamer itu cuma pengen eksis (diperhatikan) sama orang lain dengan nunjukin keunggulan-keunggulan dirinya. Sedangkan orang narsis enggak sebatas menampilkan kelebihan yang ia punya, tapi juga bersikap nggak jujur biar dianggap paling unggul.

“Saya enggak bermaksud pamer, justru saya pengen memotivasi orang lain biar jadi lebih baik.”

Banyak orang membuat pernyataan tersebut untuk menjawab tuduhan “suka pamer” pada dirinya. Cuma orang yang punya kejiwaan dan kondisi psikologis mateng yang mampu memotivasi orang lain. Sementara orang yang suka pamer biasanya adalah orang yang kepribadiannya belum mateng dan masih kekanak-kanakan.

Jadi, sebelum memotivasi orang lain, teruslah memperbaiki diri agar kepribadian kita jadi lebih mateng. Baru kemudian kita membagi motivasi dengan sesama untuk saling berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat).

 

Berikut ini beberapa tips menginspirasi orang lain tanpa pamer, insya Allah.

  1. Luruskan niat. Ketika niat nggak lagi bersih, maka hati kita sendiri yang bisa mendeteksi. Kalo niat kita cuma pamer, maka orang lain nggak akan mengambil manfaat positif dari motivasi yang kita bagi.
  2. Fokus untuk menyampaikan kisah keberhasilan, pengalaman, beserta proses pembelajaran yang telah kita lalui. Kalao perlu, sertakan tips-tips untuk meraih keberhasilan tersebut. Gunakan bahasa yang santun dan bijak. Ingat, jangan menyalahkan atau meremehkan orang lain, apalagi mengunggulkan diri sendiri (menganggap diri paling benar).

Ayo kita menjaga diri dari sifat pamer dan narsis. Karena perilaku tersebut mengarah pada kesombongan dan dapat menimbulkan iri hati bagi orang lain. Lebih parah kalo perilaku ini menular pada orang lain, sehingga perilaku pamer jadi kebiasaan masyarakat yang dianggap lumrah.

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

2 Comments on this article. Feel free to join this conversation.

  1. Vansan Indonesia Agustus 25, 2016 pukul 8:05 am - Reply

    informasi yang sangat menarik. thanks infonya

    • Menik Yuni Hartini Agustus 27, 2016 pukul 5:56 pm - Reply

      Smga menginspirasi ^_^

Leave A Response