Ingin Terkenal, Perhatikan 8 Hal Berikut Ini!

Apakah Bunda ingin terkenal? Mengapa?

Menik Yuni Hartini

  1. Apa dua penyebab yang membuat seseorang menjadi terkenal, yaitu prestasi atau sensasi. Jangan sampai kita terkenal karena sikap dan perilaku yang kurang terpuji.
  2. Ada dua alasan psikologis mengapa seseorang ingin terkenal. Pertama, kebutuhan untuk diakui oleh lingkungan sekitar. Kedua, kebutuhan eksistensi dan aktualisasi diri. Beberapa orang mungkin berfikir, “Kalau terkenal, kita dapat menginspirasi banyak orang agar menjadi lebih baik. Kalau hanya sedikit yang mengenal kita, maka cakupan dakwah kita pun menjadi sempit.”
  3. Yang terpenting, luruskanlah niat. Dan ingat, ada dua hal yang menantimu, yaitu perjuangan dan godaan! Perjuangan untuk meraih prestasi dan melawan godaan ketika tujuan telah tercapai. Tak ada artinya menjadi orang terkenal jika niat yang awalnya baik berubah menjadi pamer sana pamer sini.
  4. Hukum kausalitas: terkenal = akibat, terkenal ≠ sebab.
  5. Kalau masih berfikir “ingin terkenal”, ubahlah menjadi “ingin beramal”.
  6. Popularitas merupakan bonus dari prestasi yang berhasil kita raih. Untuk meraih prestasi, maka sudah semestinya kita terus berjuang dalam waktu relatif panjang. Artinya, tidak ada kesuksesan yang instan. Kalaupun ada, maka popularitasnya pun menjadi cepat sirna. Mari kita berkaca pada seorang pemuda bernama Mark Zuckerberg, sang penemu facebook (FB). Sebelum menemukan FB, Mark hanyalah mahasiswa biasa yang tak banyak orang mengenalnya. Namun, karena hasil kerja kerasnya, ia berhasil menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Otomatis Mark menjadi orang yang terkenal di dunia.
  7. “Semakin berisi, padi semakin merunduk”. Ketika popularitas menghampiri, tetaplah rendah hati dan terus berhati-hati dari penyakit hati (sombong).
  8. Ketika banyak orang mengenal kita, maka jangan lupa untuk mengenal Allah.

Bagi saya pribadi, menjadi terkenal bukanlah tujuan utama, tapi lebih kepada bagaimana menjadi bermanfaat bagi orang banyak. Karena saya yakin, semakin banyak manfaat yang kita tebarkan, semakin bermakna hidup yang kita jalani. Seperti sabda Rasulullah, “Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Thabrani dan Daruquthni). Keinginan menjadi orang bermanfaat itulah yang membuat saya terus semangat bergerak, belajar, dan mengambil hikmah di setiap langkah untuk kemudian membaginya dengan lingkungan sekitar.

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

Leave A Response