Pelantikan Pengurus PMR SMK N 1 Kutasari

 

“Bu, nanti sore pelantikan pengurus PMR kelas XI, Bu Menik bisa hadir kan?” Pinta Catur, ketua PMR periode 2016/2017.

Jangan kaget nggih, Bpk/Ibu. Sekilas info saja kalo tahun ajaran 2017/2018 saya mendapat amanah sebagai pembina ekstrakurikuler PMR. Mau bagaimana lagi, yang namanya tugas harus dilaksanakan dgn baik & dipertanggung jawabkan to?

Sempet kesal juga sebenernya, sempet nego juga sama Mr. T (Waka Kesiswaan), siapa tahu bisa tukeran sama ekskul jurnalistik. Sempet ngeluh dan ngedumel juga, “Memilih pembina ekskul itu harusnya yang kompeten di bidang tersebut, paling enggak ada minat. Sehingga kerjanya jadi produktif, efektif, & efisien…karena dilakukan dgn gembira.

Bukannya dpt solusi, malahan saya kena semprot, he3. Lagian salah saya juga kenapa pake nego ke Mr. Trisno kalo sudah tahu jawabannya apa: “Ini bukan tawaran, Bu Menik. Ini tugas yang harus dilaksanakan.” Mau nggak mau saya harus terima.

Pak Panji (pembina ekskul jurnalistik) yg pernah saya mintai tukeran), berusaha menghibur & menyemangati, “Selamat mencoba hal baru ya, Bu Menik!” Terimakasih motivasinya Pak Panji. Memang sekarang saya sudah mulai kerasan, mulai merasakan manisnya.

Bersama pengurus PMR

Bersama pengurus PMR

Saya jadi dpt byk ilmu baru tentang pengobatan dan pertolongan pertama tentunya. Di mana semua itu blm pernah saya dapat selama ini. Secara saya belum pernah ikut ekskul PMR! Waktu SMP saya aktif Pramuka, sedangkan SMA saya di pesantren.

Memang kl benci jangan terlalu benci, krn biasanya berjodoh, hahaha. Sama seperti saya. Sejak kecil saya tdk suka dunia kesehatan (baca: rumah sakit/puskesmas). Waktu msh sekolah SD, bapak sering mengajak saya ke tempat kerjanya (Puskesmas). Saking seringnya, saya sampe akrab & bermain bersama dgn anak pak dokter, hehe. Kami berlarian dan menjelajahi penjuru Puskesmas. Alhasil, saya jadi paham betul suasana Puskesmas seperti apa, dan saya kurang suka, lebih tepatnya TIDAK suka.

Apa yg membuat saya tidak suka? Baunya, bau obat! Pemandangannya, penuh dengan raut wajah sedih, murung, putus asa, menahan sakit, dan sejenisnya. Yang jelas, setiap hari berada di lingkungan yg penuh dgn penyakit. Saya benar2 tidak suka dan berjanji tidak akan pernah bekerja di tempat seperti ini!

Ketika masuk SMP, bapak sudah pensiun, saya pun tidak pernah lagi ke puskesmas tempat bpk kerja. Rasa kangen memang ada, kangen bermain bersama anak pak dokter (lupa namanya siapa, hehe). Seiring berjalannya waktu, saya terus menghindari segala hal yg berbau puskesmas/rumah sakit. Termasuk ketika seorang teman menyarankan saya untuk masuk kebidanan setelah lulus SMA. Waktu itu bidan blm sebanyak sekarang yaa. Dengan tegas saya menjawab TIDAK!

Kini…tiba2 saya menjadi PEMBINA ekskul PMR?? Oh yeah, this is challenge for me you know?! Haha.

Baik, mari kita lanjutkan pelantikannya! Setelah memberikan sedikit wejangan, saya mulai membacakan janji dan diikuti oleh para pengurus baru berikut ini.

Kata-kata Pelantikan PMR

 

PMR Kelas XI

Pengurus PMR Baru

Ketua PMR (Catur) prde lama memakaikan slayer kepada Ketua orde baru (Hanzhallah)

Ketua PMR (Catur) periode lama memakaikan slayer kepada ketua orde baru (Hanzhallah)

Sekertaris orde lama (Purwa) memakaikan slayer kepada sekertaris orde baru (Azizah)

Sekertaris orde lama (Purwa) memakaikan slayer kepada sekertaris orde baru (Azizah)

Pelantikan pun diakhiri dengan sesi foto bersama ^_^

Pengurus PMR XI & XII

PMR Kelas XI & XII

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

Leave A Response