Perpaduan Hitam dan Merah di Simfoni Keroncong Muda Yogyakarta

Sabtu 28 September 2017
Setelah hampir 5 tahun, akhirnya saya mengunjungi Jogja! Ada acara apa? Apalagi kalo bukan nemenin suami ya kan? Semenjak nikah, saya harus mendapat izin suami kalo mau bepergian. Dan suami saya itu tipe lelaki yang nggak bisa ditinggal sendiri plus super super sibuk! Ke Jogja ini juga masih ada hubungannya sama kerjaan kok…. Jadi, jelas ya … BUKAN LIBURAN!

Mungkin inilah takdir hidup yg harus saya jalani. Tapi, saya percaya Ibu kita Kartini kok…Habis Gelap Terbitlah Terang. Setelah masa masa kurang piknik ini…akan tiba masa dimana Mas Canggih punya lebih banyak waktu luang untuk keluarga, amiin.

Setelah menyusuri jalan jalan kenangan, kami tiba di Jogja pukul 17.00 dan langsung makan di Garden Cafe (kafe milik kampus UNY). Kami duduk di meja tempat di mana pertama kali saya mendengar nama Mas Canggih. Sambil melihat sekeliling, saya seperti masuk ke lorong waktu, ke masa-masa penuh perjuangan. Aahh…ingin rasanya saya menetap di kota budaya ini!

Tak lama kemudian, kami berkunjung ke rumah Ibu Sri Hartati yang tak lain adalah mentor keroncong nya Mas Canggih. Beliau yang mengajari Mas Canggih segala hal tentang keroncong. Mungkin karena bekal dari beliau lah, Mas Canggih bs spt skrg ini. Alkhamdulillah.

Ibu Sri Hartati

Setelah numpang mandi, shalat, ngopi, dan ngobrol tentunya…meluncurlah kita ke Plaza Ngasem Yogyakarta untuk menyaksikan Orchestra Kerontjong dari anak-anak muda Jogja yang kebanyakan adalah mahasiswa UNY & ISI. Kenapa Mas Canggih repot-repot datang ke acara ini di sela kesibukan kerja? Karena aransemen Mas Canggih dimainkan sebagai lagu pembuka! Dan acara pun dimulai pukul 21.00. Ternyata Jogja di waktu malam begini yaaah…hehehehe…. Asyiknya keluar malam bersama suami, situasi aman terkendali…uuulaaalaaaa, hahaaa.

Oke. Langsung kita bahas outfit saya yah. Karena tempatnya outdoor, maka saya pake skinny warna item. Dan karena kami datang bersama sang maestro Bu Sri Hartati, maka saya memilih kemeja warna item juga, sebagai bentuk penghormatan. Bu Sri aja pake gaun, masa saya pake kaos yakan? Kemudian, karena atasan + bawahannya udah item semua, maka saya pilih jilbab warna merah darah! Jadi, tetap terlihat di malam yang gelap eeeyyymmmmm??? Itu penting.

somfoni keroncong muda

Yups, sampe sini aja oke? Untuk sendal & tas si nggak usah dibahas ya, kemana mana juga pake itu. Yaudah sii, semoga menginspirasi buat sista sista yang cantik ^_^. See u tomorrow…Jogja!

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

Leave A Response