MATERI KEWIRAUSAHAAN SMK KELAS XII “Menghitung Risiko Menjalankan Usaha”

Agar usaha dapat berjalan lancar dan sukses, semua risiko yang timbul harus dianalisis untuk kemudian disusun suatu strategi yang tepat dalam menjalankan usaha.

A. Analisis Data

1. Tujuan dan Manfaat Analisis Data Bagi Wirausahawan

a. Memperoleh data yang lebih akurat.

b. Mengetahui suatu kecenderungan (tren) di masa datang.

c. Meminimalkan risiko kegagalan dari sebuah keputusan strategis yang akan diambil.

d. Mengetahui kondisi dan kinerja usahanya.

e. Mengetahui kecenderungan permintaan pasar terhadap produknya dengan riset dan survei lapangan.

2. Jenis Data Dalam Pengambilan Keputusan

a. Data produk yang tidak lolos uji kualitas (defect product).

b. Data piutang yang tidak terbayar oleh pelanggan. Atau kredit macet yang pembayarannya melebihi syarat pembayaran (term of payment) yang telah ditentukan.

c. Tingkat permintaan kebutuhan produk.

d. Tingkat kepuasan dan keluhan pelanggan.

e. Jumlah penjualan yang akan dijadikan prediksi penjualan yang akan dating (sales forecast).

f. Catatan dari laporan keuangan, seperti laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas (cashflow).

g. Informasi mengenai analisis pulang pokok (break even analysis) dan tingkat pengembalian investasi (pay back period).

3. Sumber-sumber Analisis Data

a. Sumber data langsung dari lapangan melalui riset dan survei. Caranya dengan menggunakan kuesioner, telepon langsung, dan wawancara dengan target konsumen.

b. Media massa, seperti koran, majalah, dan tabloid.

c. Pemerintah, seperti BPS (Badan Pusat Statistik) dan Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional).

B. Strategi Menjalankan Usaha

1. Faktor Penggerak Perubahan (Driver of Change)

Lingkungan ekonomi dan kondisi usaha yang selalu berubah mengakibatkan tidak ada satu strategi usaha pun yang dapat menjadi  patokan mutlak (absolut) untuk mencapai kesuksesan.

a. Ekonomi

1) Tingkat pendapatan (income per kapita)

2) Pertumbuhan penduduk

3) Perubahan kurs mata uang terhadap mata uang asing

4) Krisis ekonomi dan moneter

5) Perubahan kebijakan pemerintah

b. Pasar

1) Pola persaingan

2) Gaya hidup dan perilaku pelanggan, termasuk tren kebutuhan pelanggan (customer insight)

3) Pesaing melakukan inovasi dan menemukan produk baru (invention)

4) Muncul pesaing baru dengan jaringan yang kuat dan terkenal (invincible competitor) sehingga mengubah peta persaingan di pasar (driver of competition change)

5) Pesaing yang memasuki bisnis secara serentak karena ketertarikan pertumbuhan pasar

c. Perkembangan Teknologi

Contoh: Dulu, keberadaan telepon tidak memiliki pesaing, bahkan bisa dikatakan memonopoli bidang telekomunikasi. Seiring perkembangan teknologi, muncul pula radio panggil (pager), lalu diikuti dengan telepon selular yang menawarkan fasilitas jauh lebih lengkap dibandingkan telepon tetap.

d. Iklim dan Cuaca

Perubahan iklim dan cuaca akan sangat berpengaruh pada industri pertanian, perkebunan, transportasi, dan sebagainya. Selain itu juga akan mempengaruhi biaya-biaya yang terjadi selama operasional perusahaan berlangsung, misalnya biaya pengiriman, biaya ekspor-impor, biaya transportasi, dan lainnya.

2. Pengaruh Perubahan Terhadap Strategi Menjalankan Usaha

a. Menciptakan Peluang atau Kesempatan (Opportunity)

Contoh, adanya alat transportasi Transjakarta bisa menjadi peluang bagi pengrajin cinderamata untuk membuat miniatur Transjakarta.

Strategi: market development with product development and diversification product.

b. Menciptakan Ancaman (Threat)

CAFTA (China-ASEAN Free Trade Area) dapat menjadi ancaman bagi industry, UKM, atau perusahaan-perusahaan di Indonesia. Harga jual produk Cina biasanya lebih rendah bila dibandingkan dengan produk Eropa, Jepang, Korea, dan bahkan dari produk Indonesia.

Strategi yang dapat digunakan adalah market innovation and improvement strategy, misalnya dmencari pasar yang benar-benar baru.

c. Memperlemah Daya Saing dan Kondisi Perusahaan (Weakness)

Contohnya:

1) Adanya peraturan baru mengenai pengurangan kadar nikotin bagi industri rokok kretek.

2) Peraturan yang mengharuskan perusahaan memiliki minimal satu kendaraan atas nama perusahaan, dan uji emisi untuk perusahaan transportasi yang kondisi kendaraannya sudah tidak terlalu produktif.

3) Peraturan mengenai pengurangan kadar pengeras tahu yang diterapkan untuk perusahaan produsen tahu di Indonesia. Peraturan ini menyebabkan perusahaan yang menggunakan bahan terlarang akan mengalami kesulitan dan harus mencari alternatif bahan pengganti.

4) Strategi yang dapat dilakukan adalah market defense or innovative strategy.

d. Memperkuat Kondisi, Daya Saing, dan Strategi (Strenght)

Contohnya:

1) Himbauan pemerintah tentang penggunaan obat generik di setiap Puskesmas akan memperkuat daya saing perusahaan farmasi yang bergerak di obat-obat generik.

2) Pembatasan area dan jarak tertentu dalam pendirian hypermarket dan supermarket di kota-kota akan memperkuat strategi bisnis toko kelontong dan minimarket di daerah.

Strategi yang sering digunakan adalah strategi penetrasi pasar (market penetration strategy). Salah satu cara yang digunakan adalah menggencarkan kegiatan promosi, baik dengan menggunakan iklan, maupun dengan mengadakan kontes.

Sumber:

Hendro. (2006). Kewirausahaan Untuk SMK dan MAK Kelas XII. Jakarta: Erlangga.

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

Leave A Response