MATERI KEWIRAUSAHAAN SMK KELAS XII “Evaluasi Hasil Usaha”

A. Laporan Keuangan

Menurut Kamus Besar Akuntansi, laporan keuangan (financial statements) adalah laporan-laporan yang berisi informasi tentang kondisi keuangan dari hasil operasi perusahaan pada periode tertentu. Manfaat laporan keuangan antara lain sebagai berikut.

1. Bagi Pihak Internal

a. Investor/Pemilik Perusahaan

Menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa dan menyediakan kesempatan bekerja untuk jangka waktu yang lama.

b. Pengelola/Direksi/Manajer

Memberikan informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan, evaluasi usaha yang sedang berjalan, melakukan budgeting, dan kontrol internal.

c. Karyawan/Tenaga Kerja

Menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa dan menyediakan kesempatan bekerja untuk jangka waktu yang lama.

2. Bagi Pihak Eksternal

a. Pemerintah

Sebagai acuan untuk menetapkan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistic pendapatan nasional.

b. LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat)

Sebagai acuan dalam menentukan perusahaan mana yang mau dan mampu memberikan bantuan dana bagi sebuah kegiatan dalam masyarakat.

c. BPS (Badan Pusat Statistik)

Sebagai rekapan kondisi keuangan suatu perusahaan untuk rekapitulasi keuangan bangsa Indonesia.

d. Pemberi Pinjaman (Kreditor)

Menilai apakah lembaga yang diberi pinjaman dana bisa mengembalikan sebelum jatuh tempo atau tidak.

e. Pelanggan

Sebagai sumber informasi tentang keberlangsungan perusahaan. Pelanggan yang loyal membutuhkan hubungan jangka panjang dan langgeng.

B. Macam-macam Laporan Keuangan

Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan tahun 2007 yang berlaku di Indonesia, laporan keuangan terdiri dari sebagai berikut.

1. Laporan Laba Rugi (Statement of Income)

Adalah laporan yang memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan pada suatu periode akuntansi (satu tahun).

Laba bersih = laba kotor - beban usaha 

2. Laporan Perubahan Modal (Statement of Equity)

Adalah laporan yang memperlihatkan perubahan modal pemilik atau laba yang tidak dibagikan dalam suatu periode akuntansi.

Modal akhir = (modal awal + laba usaha) - prive

Contoh soal:

Jika diketahui modal awal Rp 500.000, laba usaha Rp 200.000, dan prive Rp 100.000, hitunglah besarnya modal akhir!

Diketahui:

Modal awal     = Rp 500.000

Laba usaha      = Rp 200.000

Prive                = Rp 100.000

Ditanya:

Berapakah besarnya modal akhir?

Jawab:

Modal akhir     = (Modal awal + laba usaha) – prive

= (Rp 500.000 + Rp 200.000) – Rp 100.000 = Rp 600.000

Jadi, besarnya modal akhir adalah Rp 600.000.

3. Neraca (Balance Sheet)

Adalah laporan keuangan yang berisi tentang keadaan aktiva dan pasiva.

4. Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flow)

Adalah laporan yang menunjukkan aliran uang yang diterima dan digunakan perusahaan pada satu periode akuntansi berikut sumber-sumbernya.

C. Rasio Keuangan

Merupakan cara untuk merangkum data keuangan dan membandingkannya dengan kinerja perusahaan. Secara umum, rasio keuangan terdiri dari:

1. Rasio Likuiditas

Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memanfaatkan aktiva guna memperoleh pendapatan dalam waktu singkat. Ada dua macam rasio likuiditas.

a. Rasio lancar (current ratio)

Adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi utang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimilikinya.

Gambar diambil dari: http://www.matadunia.id/2016/12/pengertian-rasio-likuiditas-dan-rumus.html

Contoh soal:

Apabila dalam suatu perusahaan terdapat jumlah keseluruhan aktiva lancar sebesar Rp 700.000 dan jumlah hutang lancarnya sebesar Rp 300.000, maka hitunglah current ratio-nya!

Diketahui:

Aktiva lancar        = Rp 700.000

Hutang lancar       = Rp 300.000

Ditanya:

Berapakah current ratio-nya?

Jawab:

rumus rasio lancar

Current ratio         = (700.000 : 300.000) x 100% = 233%

Jadi, besarnya current ratio adalah 233%.

b. Rasio cepat (acid-test/quick ratio)

Merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi utang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid, seperti kas, sekuritas (surat berharga), dan tagihan yang belum dibayar oleh pelanggan.

Gambar diambil dari: https://tipsserbaserbi.blogspot.co.id/2016/03/macam-macam-rasio-keuangan-dan-rumusnya.html

2. Rasio Solvabilitas

Merupakan perbandingan antara dana yang disediakan oleh pemilik dengan dana yang dipinjam dari kreditur. Ada dua macam rasio solvabilitas.

a. Rasio utang (debt ratio)

Gambar diambil dari: https://indoprogress.com/2017/05/kekeliruan-debt-to-gdp-ratio/

b. Rasio kemampuan membayar bunga (time interest earned ratio)

materi kwu evaluasi hasil usaha

Solvabilitas keuangan diukur dari sejauh mana bunga obligasi dapat ditutup oleh laba. Pada umumnya bank lebih suka meminjamkan uang kepada perusahaan yang labanya jauh melebihi pembayaran bunga.

Rasio ini membandingkan rasio laba sebelum bunga dan pajak (Earning Before Interest and Tax/EBIT) terhadap pembayaran bunga.

3. Rasio Rentabilitas/Rasio Profitabilitas

Rentabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Rasio rentabilitas dapat dihitung dengan du acara.

a. Margin laba operasi (operating profit margin/OPM)

rumus rentabilitas

b. Pengembalian atas modal/ekuitas (Return On Equity/ROE)

rumus rentabilitas

Ekuitas/modal (equity) adalah hak pemilik atas aktiva perusahaan yang merupakan kekayaan bersih (jumlah aktiva dikurangi kewajiban).

Contoh soal:

Laba usaha sebuah perusahaan Rp 4.000.000, modal usaha Rp 48.000.000 yang terdiri dari modal sendiri Rp 30.000.000 dan hutang Rp 18.000.000. Hitunglah rentabilitas ekonomisnya!

Diketahui:

Laba bersih           = Rp   4.000.000

Modal/ekuitas      = Rp 48.000.000

Ditanya:

Berapakah rentabilitas ekonomisnya?

Jawab:

rumus rentabilitas

ROE         = (4.000.000 : 48.000.000) = 8,3%

Jadi, rentabilitas ekonomisnya adalah 8,3%

D. Teknik Pengembangan Usaha

1. Perluasan Skala Usaha

  1. Menambah kapasitas mesin, tenaga kerja, dan jumlah modal untuk investasi.
  2. Menambah jenis barang atau jasa yang akan dihasilkan.
  3. Menambah lokasi usaha di tempat/kota/negara lain. Misalnya, perusahaan Coca Cola yang berasal dari Amerika memperluas skala usahanya dengan membuka cabang di seluruh dunia.

2. Perluasan Cakupan Usaha/Diversifikasi Usaha

Dilakukan dengan mengembangkan jenis usaha baru di wilayah usaha yang baru, serta dengan jenis produk yang baru dan bervariasi. Contoh diversifikasi usaha di bidang pertanian, adalah usaha yang berkembang menjadi agroindustri, agrowisata, agrobisnis, dan lain-lain.

3. Perluasan dengan Kerja Sama, Penggabungan, dan Ekspansi Baru

a. Joint Venture

Adalah kerjasama beberapa perusahaan dari negara yang berbeda menjadi satu perusahaan untuk mewujudkan konsentrasi perusahaan yang lebih padat.

Contoh:

1) Sony Ericsson yang merupakan joint venture antara Sony dan Ericsson.

2) Lombok Tourism Development Corporation (LTDC) yang merupakan joint venture antara PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dan Bali Tourism Development Corporation (BTDC) dari Indonesia dengan Emaar Properties dari Arab.

b. Trust/Merger

Adalah penggabungan dua perseroan menjadi satu perusahaan. Salah satu perusahaan tersebut akan tetap berdiri dengan nama yang sama, sementara perusahaan yang lain akan hilang, dan kekayaannya menjadi milik perusahaan yang baru. Merger dibagi menjadi 3, yaitu:

1) Merger Horisontal

Dilakukan oleh usaha sejenis. Misalnya, merger antara dua perusahaan roti.

2) Merger Vertikal

Dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang saling berhubungan. Contohnya: perusahaan pemintalan benang merger dengan perusahaan kain, perusahaan ban merger dengan perusahaan mobil.

3) Merger Kon Generik

Adalah merger diantara dua atau lebih perusahaan yang saling berhubungan, tetapi bukan terhadap produk yang sama. Contoh merger antara bank dengan perusahaan leasing.

4) Konglomerat

Dilakukan oleh berbagai perusahaan dengan produk-produk yang berbeda dan tidak berkaitan.

c. Holding Company/Akuisisi

Adalah penggabungan beberapa perusahaan dengan satu perusahaan bertujuan untuk memiliki saham dan bisa mengatur perusahaan tersebut. Contoh:

1) PT Semen Gresik Tbk. membentuk perusahaan induk (holding company) bagi Semen Gresik, Semen Padang, dan Semen Tonasa. Dari ketiga perusahaan tersebut, permodalan Semen Gresik-lah yang paling kuat, sedangkan pertumbuhan kinerja Semen Padang dan Tonasa tidak terlalu baik. Oleh karena itu, PT Semen Gresik Tbk. melakukan holding company untuk meningkatkan kinerja perusahaannya.

2) Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengakuisisi seluruh saham (100%) Bank Jasa Arta.

d. Sindikat

Adalah kerjasama antara beberapa orang untuk melaksanakan proyek khusus berdasarkan perjanjian. Contoh:

1) Di Amerika Serikat, WPIX Studios di New York melakukan sindikat dengan CNN untuk program berita Headline News.

e. Kartel

Kesepakatan tertulis antara beberapa perusahaan yang sejenis untuk mengatur dan mengendalikan berbagai hal (misalnya: harga dan pemasaran) dengan tujuan menekan persaingan dan meraih keuntungan. Contoh:

1) Kerja sama antara PT Semen Gresik, PT Holcim Indonesia, dan PT Indocement yang menguasai pangsa pasar dan mampu mengontrol harga semen di dalam negeri.

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

Leave A Response