Materi Prakarya dan Kewirausahaan SMK Kelas XI “Aspek Administrasi Dalam Pengelolaan Usaha”

A. Surat Menyurat

Suatu usaha pasti memerlukan hubungan dengan pihak lain. Hubungan tersebut bisa dilakukan secara langsung atau melalui surat. Dengan kata lain, surat dalam suatu usaha merupakan alat komunikasi yang bersifat formal. Surat yang digunakan untuk kegiatan usaha ini dinamakan surat niaga. Berikut ini jenis-jenis surat niaga yang biasa digunakan dalam suatu usaha.

1. Surat Permintaan Penawaran

Surat permintaan penawaran merupakan surat niaga yang isinya meminta informasi lebih rinci atau selengkap-lengkapnya mengenai suatu produk/jasa yang ditawarkan kepadanya atau informasi yang diperolehnya dari sumber lain. Dalam hal ini meminta informasi tentang produk dan spesifikasinya, harga, syarat, dan cara pembayaran, pengiriman, potongan harga, jenis layanan purna jual, dan sebagainya.

2. Surat Penawaran/Surat Jual

Surat penawaran merupakan surat yang berisi penawaran produk kepada pihak lain.

3. Surat Pesanan

Surat pesanan adalah surat yang berisi respon positif atas surat penawaran yang telah diterima.

4. Surat Pengiriman Barang

Surat pengiriman barang merupakan surat yang dikirimkan bersama barang yang dipesan.

5. Surat Pengaduan/Klaim

Surat pengaduan merupakan surat yang dibuat karena ada kerusakan barang yang diterima, ketidakcocokan antara barang yang dipesan dengan barang yang dikirim atau kekurangan jumlah barang.

B. Pencatatan Transaksi Barang dan Jasa

Pencatatan transaksi merupakan bukti tertulis dari segala transaksi yang dilakukan. Dengan pencatatan transaksi yang dilakukan, maka wirausahawan akan terhindar dari kekeliruan karena sifat alami manusia yaitu lupa. Sehingga, kesalahan dalam administrasi dapat dihindari. Kalau pun terjadi kesalahan, tetap dapat dirunut asal terjadinya kesalahan tersebut, dengan cara mencocokkan dengan bukti-bukti transaksi.

Bukti transaksi berisi keterangan secara rinci mengenai jenis barang/jasa, jumlah, ukuran dalam satuan uang, pihak-pihak yang terkait dalam transaksi yang bersangkutan, serta sifat transaksi (tunai atau kredit). Berdasarkan jenis transaksinya, bukti transaksi dikelompokkan menjadi 2, yaitu:

1. Bukti Transaksi Intern

Bukti transaksi intern adalah segala bukti transaksi yang dibuat oleh dan untuk intern perusahaan. Contoh:

a. Bukti Kas Masuk adalah tanda bukti bahwa perusahaan telah menerima uang secara tunai.

b. Bukti Kas Keluar adalah tanda bukti bahwa perusahaan telah mengeluarkan uang tunai.

c. Bukti Memo berupa memo dari pejabat tertentu kepada bagian akuntansi untuk melakukan pencatatan. Misalnya, bukti memo untuk mencatat terjadinya utang gaji dan penarikan cek.

2. Bukti Transaksi Ekstern

Bukti transaksi ekstern adalah bukti transaksi yang berhubungan dengan pihak luar. Contoh:

a. Kuitansi adalah bukti penerimaan sejumlah uang yang ditandatangani oleh penerima uang dan diserahkan kepada yang membayar sejumlah uang tersebut.

b. Faktur adalah bukti pembelian atau penjualan secara kredit.

c. Nota kontan adalah bukti atas pembelian barang secara tunai.

d. Nota debet adalah bukti pengiriman kembali barang yang telah dibeli, yang berisi informasi pengiriman kembali barang yang rusak atau tidak sesuai dengan pesanan, atau permintaan pengurangan harga.

e. Nota kredit adalah bukti penerimaan kembali barang-barang yang telah dijual.

f. Cek adalah surat perintah yang dibuat oleh pihak yang mempunyai rekening di bank, agar bank membayar sejumlah uang kepada pihak yang namanya tercantum dalam cek tersebut.

g. Bilyet giro adalah surat perintah pemindahbukuan dari nasabah suatu bank kepada yang bersangkutan untuk memindahkan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening penerima yang namanya disebut dalam bilyet giro.

C. Pajak Penghasilan

Pajak adalah iuran dari rakyat untuk negara yang wajib dibayarkan, dapat dipaksakan karena berdasarkan undang-undang dan pemerintah tidak memberikan balas jasa secara langsung. Pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran umum pemerintah. Menurut pasal 21, pajak penghasilan merupakan jenis pajak subjektif yang kewajiban pajaknya tidak dapat dilimpahkan kepada subjek pajak lainnya.

1. Istilah Dalam Perpajakan

a. Wajib pajak adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundangan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan.

b. Subjek pajak adalah orang yang dituju oleh Undang-undang untuk dikenakan pajak.

c. Objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak.

d. SPT (Surat Pemberitahuan) adalah surat yang oleh wajib pajak digunakan untuk melaporkan perhitungan atau pembayaran pajak.

e. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) adalah suatu sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas  wajib pajak.

f. PTKP kepanjangan dari Penghasilan Tidak Kena Pajak.

g. PKP kepanjangan dari Penghasilan Kena Pajak.

2. Tarif Pajak

a. Tarif PPh Orang Pribadi Dalam Negeri adalah sebagai berikut:

tarif pph pribadi

b. Badan Dalam Negeri dan Bentuk Badan Usaha Tetap adalah sebesar 28%.

3. Cara Menghitung PPh Orang Pribadi Dalam Negeri

Penghasilan kena pajak (PKP) dapat dihitung dengan cara penghasilan neto dikurangi penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Sedangkan untuk menghitung penghasilan neto adalah penghasilan bruto dikurangi biaya jabatan, iuran pensiun, atau iuran hari tua.

Contoh soal:

Pak Gunawan mempunyai penghasilan per bulan Rp 7.000.000, berstatus telah menikah dan memiliki 2 orang anak. Jika penghasilan kena pajak setahun Rp 59.625.000, maka PPh pasal 21 per tahun adalah ….

Jawab:

5% x Rp 59.625.000 = Rp 2.981.250,00

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

Leave A Response