Mengapa saya menjadi guru?

nick

Jika ada yang bertanya, “Mengapa Bu Menik jadi guru?”

Jawabannya lumayan panjang.

Begini, saya begitu menikmati hari-hari di sekolah sejak duduk di bangku SMP: belajar di kelas, berpartisipasi di berbagai acara sekolah, aktif mengikuti ektrakurikuler, bergaul dengan teman-teman, dan juga para guru tercinta. Saya tertarik pada dunia pendidikan, belajar, dan mengajar. Sampai suatu hari saya berfikir, “Bagaimana caranya agar saya bisa sekolah di SMP atau SMA sampai tua?” Mulai saat itulah impian dan cita-cita saya terbentuk: MENJADI GURU, The Miracle Worker!

Menik Yuni Hartini

Apa yang Bu Menik lakukan agar cita-cita menjadi guru bisa terwujud?

Saya melakukan berbagai macam cara agar impian itu bisa terwujud. Termasuk masuk ke SMA N 1 Kebumen (SMANSA) yang menurut orang adalah “SMA Favorit”. Tentu saja saya harus belajar keras agar bisa lolos seleksi. Tapi, bukan label “favorit” itu yang membuat saya memilih SMANSA. Pilihan itu berdasarkan pada keyakinan dalam hati: “Di sanalah jalan saya akan terbuka”.

SMANSA

Lingkungan kondusif, motivasi yang tinggi, serta doa orang-orang tercinta, mengantarkan saya masuk ke gerbang Universitas Negeri Yogyakarta (dulu bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan, IKIP) lewat jalur SPMB. Selain terkenal dengan kualitasnya sebagai kampus pencetak guru, ada alasan lain yang membuat saya memilih UNY.

Alasan lain? Apa itu Bu?

Alasan itu adalah pesan orang tua yang selalu terngiang di telinga, “Nick, kamu tahu sendiri bagaimana keadaan keluarga kita. Kalau kamu benar-benar ingin melanjutkan kuliah, cari kampus negeri yang bagus, tapi murah, ya?” Bagus tapi murah…? Ssst, lewat jalur SPMB, saya dapat subsidi dari pemerintah sebesar 50%. Jadi, cukup bayar setengah harga.

Ooh, jadi begitu…. Alkhamdulillah ya Bu. Terus, Bu Menik belajar apa selama kuliah?

Tentu saja belajar berbagai ilmu pendidikan dan ilmu ekonomi. Dan setelah melewati semester 6, semua mahasiswa UNY jurusan pendidikan wajib mengikuti program KKN-PPL (Kuliah Kerja Nyata-Program Pengalaman Lapangan) untuk melatih kompetensi dalam bidang pembelajaran dan manajerial sekolah. Karena saya tidak memiliki sarana untuk bepergian jauh (motor), maka saya memilih yang dekat dengan kampus saja, SMA Kolombo. Alkhamdulillah, saya mendapat pengalaman yang luar biasa di sini. Pengalaman menangani berbagai macam perilaku dan karakter siswa yang berbeda-beda.

KKN PPL KKN PPL

Setelah KKN-PPL selesai, berarti sudah lulus kuliahnya Bu?

Setelah KKN-PPL, mahasiswa wajib membuat laporan, baru kemudian skripsi. Kalo ujian skripsinya lulus, baru bisa wisuda dan dapat gelar S.Pd. (Sarjana Pendidikan). Saya resmi lulus dari UNY dengan ijazah S1 Pendidikan Ekonomi pada bulan Desember tahun 2011.

Wisuda UNY Wisuda

Setelah wisuda, Bu Menik langsung jadi guru?

Sebulan setelah wisuda, saya mendapat kepercayaan untuk menjadi tentor di bimbingan belajar Biper dan juga mengajar di sekolah yang baru tiga tahun berdiri, MA AL-Barokah. Saya sangat bahagia saat itu, tak terlukiskan oleh kata-kata. Dream comes true!

MA Al Barokah Somagede, Kabupaten Kebumen

Bersama Dewan Guru MA Al Barokah

Bersama Dewan Guru MA Al Barokah

Berapa lama Bu Menik ngajar di MA-Al Barokah?

Satu tahun kemudian, saya menikah, pindah ke Purbalingga mengikuti suami, dan menemukan SDIT Alam Harapan Ummat. Saya melawan ambisi untuk mengajar di SMP atau SMA. “Yang penting ngajar di sekolah….” pikir saya waktu itu.

Dewan Guru SDIT Alam Harapan Ummat Tahun 2015

Dewan Guru SDIT Alam Harapan Ummat Tahun 2015

Oh, jadi cita-cita Bu Menik jadi guru SMA/K ya? Terus gimana rasanya Bu ngajar anak SD?

Sekitar satu tahun mengajar di SD, saya mulai menikmati hal-hal baru yang tidak saya temukan di sekolah sebelumnya (Madrasah Aliyah). Jika di sekolah menengah jiwa saya menjadi kembali muda, di sekolah dasar ini saya berkesempatan menikmati masa kecil yang penuh keceriaan. Kelas yang dinamis, rasa ingin tahu siswa yang masih membara, senyum tulus, gerak langkah yang tak kenal lelah, berbagai kejutan tak terduga, ekspresi polos tanpa dosa, tingkah laku menggemaskan, dan banyak hal lainnya. Apapun yang saya lakukan, anak-anak menyambutnya penuh semangat. Hari-hari terasa begitu semarak. SDIT Alam Harum menjadi rumah kedua saya di Purbalingga.

Akhirnya,saya jatuh cinta pada dunia anak-anak. Impian saya masih sama, menjadi guru, ketertarikan saya juga masih sama, dunia pendidikan. Hanya saja, saya tidak lagi membatasi diri pada sekolah jenjang menengah (SMP atau SMA). SD, SMP, SMA, dan seterusnya, semua punya daya tarik!

Waah, jadi terharu. Tapi, sekarang kan Bu Menik sudah nggak ngajar di SDIT ya?

Benar. Ijazah saya adalah S1 Pendidikan Ekonomi. Pelajaran Ekonomi hanya ada di sekolah menengah atas. Kalau di SMP ijazahnya sudah beda lagi, yaitu Pendidikan IPS. Jadi, kalau saya ngajar SD, berarti tidak linear dengan ijazah. Artinya, saya harus kuliah lagi jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar).

Hingga suatu hari saya mendengar ada sekolah kejuruan yang sedang membutuhkan 13 guru baru. Tanpa pikir panjang, saya langsung memasukkan surat lamaran. Yah, meskipun saya tahu harus bersaing dengan para lulusan S2. Maju terus pantang mundur pokoke ^_^.

Menik Yuni Hartini

Bersama Guru SMK N 1 Kutasari – 2017

SMK N 1 Kutasari

Finally, sekarang saya tercatat sebagai guru Kewirausahaan SMK N 1 Kutasari, Purbalingga sejak tanggal 15 Juli 2016. Setelah proses seleksi yang cukup panjang, Allah memberikan amanah untuk menjadikan mereka (siswa) pribadi yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. Amiin

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

Leave A Response