Love Story 2010 – 2013

Canggih Family

Sebelum menikah, berapa lama Bu Menik dan suami pacaran?

Bisa dibilang, kami tidak melalui proses pacaran. Semua berawal ketika KKN-PPL UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) selama  hampir 3 bulan di SMA Kolombo Yogyakarta tahun 2010. Dan selama itu, hubungan kami tidak lebih dari sekedar teman.

KKN PPL

KKN PPL

Apa itu KKN-PPL?

Semua mahasiswa/i UNY wajib mempraktikkan ilmu kependidikan yang kami pelajari selama 6 semester melalui program KKN-PPL. KKN singkatan dari Kuliah Kerja Nyata, sedangkan PPL singkatan dari Program Pengalaman Lapangan. Jika sebelumnya kami hanya praktik mengajar di laboratorium microteaching (ngajar teman sendiri), di sini kami harus menghadapi siswa-siswi SMA asli! Tujuannya, agar kemampuan kami dalam mengajar semakin terasah. Sehingga, kami siap menjadi guru setelah lulus nantinya.

KKN PPL

Bersama siswa SMA Kolombo, Sleman, Yogyakarta

Oke, lalu bagaimana ceritanya Bu Menik bertemu dengan Pak Canggih?

Jadi, mahasiswa dari semua jurusan dibagi dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan 10-12 orang. Tiap kelompok mendapat satu sekolah menengah di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Nah, di sinilah kami bertemu. Kelompok kami ada 11 orang, ada yang dari jurusan biologi, geografi, olahraga, dan lainnya.  Kalau Mas Canggih dari Seni Musik, sedangkan saya dari Ekonomi.

KKN PPL

Selama KKN-PPL, bagaimana perasaan Bu Menik kepada Pak Canggih?

Awalnya biasa, yah…hanya sebatas rekan kerja, tidak lebih. Rekan kerja? Kerja apa? Tugas kami bukan hanya mengajar, tapi juga menyelesaikan proyek-proyek yang sudah kami buat, seperti tamanisasi, seminar PTK untuk guru, membuat laboratorium IPS, labeling, dan banyak lainnya. Padatnya jadwal tersebut membuat kami sibuk di SMA Kolombo dari pagi sampai menjelang maghrib, selama hampir 3 bulan. Mau tak mau, kami jadi sering ketemu dan berkomunikasi. Kalau orang Jawa bilang, “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino“, yang artinya, “Cinta tumbuh karena terbiasa”.

KKN PPL

Mas Canggih memberikan sambutan sebagai ketua panitia seminar, dan saya sebagai MC-nya.

 KKN PPL

Kami merasa klik saat berinteraksi, tapi saya tetap berusaha professional dan tidak mau berangan-angan. Sama seperti Mas Canggih yang sudah sibuk dengan kuliah dan kerjaannya. Ya, Mas Canggih kuliah sambil kerja sebagai guru vocal di Ahmad Dhani School of Rock, jadi waktunya benar-benar padat.

Terus, setelah KKN-PPL selesai, Bu Menik masih berkomunikasi dengan Pak Canggih?

Selesai KKN-PPL, skripsi, dan wisuda bulan Desember 2011, saya kembali ke kota kelahiran (Kebumen) dan mengajar di MA Al-Barokah. Sedangkan Mas Canggih masih menikmati hari-harinya di Jogja.

Setahun setelah saya wisuda, Mas Canggih dan teman-temannya (Mas Bimo dan istrinya, Mba Intan) datang ke rumah. Setelah sekian lama tidak berkomunikasi, tiba-tiba Mas Canggih minta ketemu? Tentu saja saya penasaran, kok tumben? ^_^

Mas Bimo dan Mba Intan

Mba Intan & Mas Bimo

Iya kok tiba-tiba datang ke rumah Bu? Terus Pak Canggih ngapain di rumah Bu Menik?

Setelah sedikit basa-basi, suasana menjadi hening, saya pun mencoba membuka obrolan, “Di facebook banyak temen-temen kamu yang ngucapin turut berduka cita, emangnya sapa yang meninggal?” Mas Canggih dan Mas Bimo saling berpandangan penuh makna. “Bapakku Nick”, wajah Mas Canggih berubah sendu seketika. Akhirnya Mas Canggih cerita apa yang terjadi.

“Seminggu sebelum meninggal, Bapak dan Ibu ke Jogja. Bapak yang biasanya nggak mau diajak, waktu itu mau karena udah kangen berat sama anak laki-laki satu-satunya. Tapi, bukannya nemenin mereka di kos atau jalan-jalan bareng, aku malah asik sendiri sama temen-temen dari pagi sampe pagi lagi, aku nggak tidur di kos. Waktu aku pulang ke kos, Ibu marah dan langsung balik ke Purbalingga. Kalo bapak sih masih sempat bicara sama aku dan tanya kapan aku pulang ke Purbalingga.

Selang beberapa hari, bapak nelfon dan tanya hal yang sama, ‘Canggih, kapan kamu pulang, apa mau nunggu bapak nggak ada?’ Asal kamu tau Nick, pada hari itu, udah 8 bulan aku nggak pulang ke rumah. Sampai akhirnya Ibu nelfon dan ngasih kabar kalo Bapak masuk UGD Rumah Sakit Emanuel. Aku langsung ke lokasi dan Bapak udah nggak sadar. Aku pengen banget bapak ngebuka matanya dan bicara sama aku. Aku pengen minta maaf dan bapak maafin aku. Aku nangis! Dokter bilang, bapak kena tekanan darah tinggi dan pembuluh darahnya pecah!

Semua emang udah digariskan sama Allah. Rejeki, jodoh, dan kematian adalah rahasia Allah. Bapak menghembuskan nafas terakhirnya tanpa sepatah kata pun buat aku. Aku pingsan hingga tiga kali. Aku inget saat-saat di mana aku cuek waktu bapak ingin bicara denganku. Aku sadar kalo bapak pengen banget ngobrol dari hati ke hati, tapi nggak pernah kesampean, aku tenggelam dalam duniaku sendiri.

Aku terus memohon sama Allah, beri aku kesempatan sekali aja bicara sama bapak walau hanya dalam mimpi. Aku terus berdoa, shalat, dan minta petunjuk. Hingga akhirnya aku mimpi pada suatu malam. Dalam mimpi itu, bapak pake baju warna putih, senyum sama aku. Lalu bapak nunjukin seorang gadis yang ada di sebelahnya. Seolah-olah, bapak bilang kalo gadis itu jodohku. Dan, gadis dalam mimpi itu adalah kamu, Nick.”

Waah, kaya sinetron aja. Habis itu, Bu Menik sama Pak Canggih jadian kan? Hihiii….

Setelah cerita panjang lebar, Mas Canggih menyatakan niatnya untuk hidup bersama dalam ikatan suci pernikahan. Dengan perasaan campur aduk, saya jawab ajakan Mas Canggih, “Aku bersedia. Tapi, kalau kamu bener-bener serius, temui orang tuaku dulu dan minta restu sama mereka. Kalau mereka merestui, maka aku bersedia menikah denganmu.”

Singkat cerita, setelah melewati doa dan shalat istikharoh, jadilah kami sepasang suami istri sekarang. Kami menikah karena petunjuk Allah dan Allah lah yang menyatukan cinta kami insya Allah, semoga abadi hingga ke surga nanti, amiin.

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

Leave A Response