Materi Produk Kreatif dan Kewirausahaan SMK Kelas XI “Aspek Organisasi Dalam Pengelolaan Usaha”

A. Tujuan dan Sasaran Usaha

1. Visi adalah imajinasi seseorang tentang usahanya di masa yang akan datang.

2. Misiadalah tindakan untuk mewujudkan visi perusahaan.

3. Tujuan adalah penjabaran dari visi dan misi perusahaan.

4. Sasaran adalah penjabaran dari tujuan perusahaan, yaitu sesuatu yang akan dihasilkan oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu.

B. Bentuk-bentuk Badan Usaha

Badan usaha adalah kesatuan yuridis ekonomis yang bertujuan untuk mencari keuntungan. Sedangkan perusahaan adalah satuan teknis yang bertujuan untuk menghasilkan barang dan jasa. Badan usaha mempunyai fungsi sebagai badan tertinggi yang mengurusi perusahaan. Sementara perusahaan merupakan alat bagi badan usaha dalam mencari keuntungan. Sehingga, bisa dikatakan bahwa perusahaan merupakan bagian dari badan usaha. Oleh karena itu, badan usaha bisa mempunyai lebih dari satu perusahaan. Berikut ini merupakan bentuk-bentuk badan usaha.

1. Menurut Bentuk Hukumnya

a. Badan Usaha Perseorangan

Badan usaha perseorangan adalah badan usaha yang dimiliki oleh seseorang dan ia bertanggungjawab sepenuhnya terhadap semua risiko dan kegiatan perusahaan.

No. Kebaikan Po No. Keburukan Po
1 Mudah didirikan dan mudah dibubarkan 1 Kecakapan dan keterampilan pimpinan sangat terbatas
2 Ada kebebasan di dalam pengelolaannya 2 Kemampuan manajemen terbatas
3 Biaya mengurus organisasi relatif kecil dan mudah 3 Risiko dalam usaha ditanggung sendiri (tanggung jawab tidak terbatas)

b. Persekutuan Terbatas/Firma (Fa)

Fa adalah persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan nama bersama, dengan tanggung jawab masing-masing anggota tidak terbatas, sedangkan laba akan dibagi bersama dan kerugian pun ditanggung oleh semua anggota.

No. Kebaikan Fa No. Keburukan Fa
1 Prosedur pendirian relatif mudah 1 Kemungkinan timbulnya perselisihan antara pemilik dan pendiri
2 Kebutuhan akan modal lebih mudah terpenuhi 2 Utang-utang perusahaan ditanggung kekayaan pribadi anggota
3 Adanya pembagian pekerjaan 3 Kesatuan pendapat sukar dicapai
4 Risiko kerugian dapat dibagi beberapa orang anggota 4 Akibat tindakan seorang anggota, dapat melibatkan/merugikan anggota lainnya

c. Persekutuan Komanditer (CV)

CV adalah suatu bentuk usaha yang didirikan oleh satu atau beberapa orang yang mengikat diri untuk menyerahkan modalnya ke dalam perusahaan yang dijalankan oleh satu orang atau beberapa orang anggota lainnya dengan nama bersama dan mereka adalah pemiliknya. Dalam persekutuan komanditer, ada dua macam anggota, yaitu:

1) Anggota Aktif merupakan anggota yang memimpin perusahaan.

2) Anggota Pasif merupakan anggota yang menyerahkan modalnya saja, tapi tidak memimpin perusahaan.

Anggota pasif hanya bertanggungjawab sebesar modal yang diserahkan. Sedangkan anggota aktif bertanggung jawab tidak terbatas.

No. Kabaikan CV No. Keburukan CV
1 Pendirian relatif mudah 1 Sukar untuk menarik kembali investasinya
2 Modal yang dikumpulkan lebih banyak 2 Harus membayar bunga modal kepada sekutu diam
3 Manajemen perusahaan dapat didiversifikasi 3 Tanggung jawab tidak terbatas
4 Kesempatan untuk berkembang lebih besar 4 Kelangsungan hidup perusahaan tidak tentu

d. Perseroan Terbatas (PT)

PT adalah persekutuan dua orang atau lebih dengan modal yang berasal dari pengeluaran saham. Setiap persero dapat memiliki satu atau lebih saham, serta bertanggung jawab hanya pada modal yang ditanamkan.

No. Kebaikan PT No. Keburukan PT
1 Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin 1 Biaya pendiriannya relatif mahal
2 Kebutuhan modal lebih besar dan lebih terpenuhi 2 Tidak ada rahasia mengenai penjualan saham
3 Tanggung jawab terbatas 3 Kurangnya komunikasi antar para pemegang saham.

2. Menurut Lapangan Usahanya

a. Agraris merupakan badan usaha yang menghasilkan barang-barang dengan bantuan factor alam, seperti tingkat kesuburan tanah dan iklim. Contoh perusahaan perkebunan.

b. Ekstraktif adalah badan usaha yang kegiatannya menggali, mengambil, dan mengolah kekayaan alam yang tersedia dengan tidak mengubah atau membuat barang. Contoh: pertambangan.

c. Industri adalah badan usaha yang kegiatannya mengubah atau mengolah bahan dasar menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Contoh: perusahaan tekstil.

d. Perdagangan adalah badan usaha yang kegiatannya membeli barang untuk disimpan beberapa lama dan kemudian dikeluarkan lagi melalui pertukaran atau penjualan.

e. Jasa adalah badan usaha yang kegiatannya menyediakan (memberi dan menyewakan) jasa kepada orang atau badan lain. Contoh: usaha salon, bengkel, persewaan mobil, dan sebagainya.

3. Menurut Kepemilikan Modalnya

a. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha yang seluruh modalnya merupakan kekayaan negara. BUMN merupakan salah satu sumber penerimaan keuangan negara yang nilainya cukup besar.Sifat usahanya adalah public service, yaitu mengutamakan pelayanan masyarakat umum. Kegiatannya meliputi bidang produksi, jasa yang vital atau menguasai hajat hidup orang banyak. Contoh: Perum Peruri, Perum Pegadaian, dan Perum Perhutani.

b. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) adalah badan usaha yang modalnya berasal dari perseorangan atau sekelompok orang dan tujuannya untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.

4. Menurut Perbandingan Penggunaan Tenaga Kerja dan Mesin

a. Padat Karya adalah badan usaha yang lebih banyak menggunakan tenaga kerja manusia dibandingkan dengan mesin.

b. Padat Modal adalah badan usaha yang lebih banyak menggunakan mesin daripada tenaga kerja manusia.

C. Bentuk-bentuk Komunikasi Antar Badan Usaha

1. Secara Formal

a. Seminar merupakan sebuah bentuk pengajaran akademis. Biasanya memiliki fokus pada topik khusus dan dilaksanakan melalui dialog dengan seorang moderator. Pesertanya bukanlah seorang pemula dalam topik yang didiskusikan.

b. Penataran adalah pemberian arahan atau latihan kepada sekelompok orang untuk melakukan tugas tertentu.

c. Pelatihan adalah proses pendidikan jangka pendek menggunakan prosedur yang sistematis dan terorganisir. Tujuan diadakannya pelatihan adalah untuk mengembangkan kemampuan agar dapat melaksanakan tugas.

2. Secara Nonformal

a. Obrolan bisnis pada waktu perpisahan, arisan, dan sebagainya.

b. Acara kekeluargaan yang diteruskan dengan pembicaraan bisnis.

c. Negosiasi

D. Struktur Organisasi

Kata organisasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “organon” yang berarti alat, bagian, anggota atau badan. Struktur organisasi adalah kerangka dan susunan yang merupakan pola hubungan antarfungsi, bagian atau posisi, maupun orang-orang dari suatu organisasi. Pengorganisasian dijalankan untuk mempermudah dalam melaksanakan tugas, yaitu dengan cara membagi suatu kegiatan yang besar menjadi kegiatan-kegiatan kecil, sehingga pimpinan mudah dalam melakukan pengawasan. Adapun struktur organisasi dibuat dengan maksud:

1. Agar setiap anggota organisasi mengerti dengan jelas tugas, kewajiban, hak, dan tanggung jawabnya.

2. Untuk memperlihatkan pola hubungan antara anggota organisasi, antara manajer dan bawahan atau rantai perintah.

Ada 6 macam struktur organisasi. Namun, sebagian besar organisasi modern dewasa ini cenderung menggabungkan beberapa elemen dari beberapa struktur organisasi di bawah ini.

1. Lini atau Garis (Line Organization)

Masing-masing bawahan mendapat instruksi dari satu orang atasan. Ciri-ciri struktur organisasi lini:

a. Jumlah karyawan sedikit

b. Sarana dan alatnya terbatas

c. Pemilik perusahaan merupakan pimpinan tertinggi, manajer di bawahnya hanya sebagai pelaksana

2. Garis dan Staf

Pelimpahan wewenang secara vertikal dan sepenuhnya dari pimpinan tertinggi ke kepala bagian di bawahnya. Di antara pimpinan tertinggi dan kepala bagian ditempatkan satu atau lebih staf yang berperan sebagai penasihat.

a. Antara atasan dan bawahan tidak selalu terjadi hubungan secara langsung.

b. Jumlah karyawan banyak.

c. Bentuk organisasi besar.

d. Terdiri dua kelompok saja, sehingga perlu spesialisasi personel lini dan personel staf.

3. Fungsional

Beberapa pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut. Ciri-ciri struktur organisasi fungsional:

a. Tidak menjamin adanya kesatuan perintah.

b. Keahlian para pengawas dan pegawai berkembang menuju spesialisasi.

c. Penghematan waktu dapat dilakukan karena mengerjakan pekerjaan yang sama.

4. Matriks

Para spesialis di masing-masing bagian dikumpulkan menjadi satu untuk mengerjakan suatu proyek. Ciri-cirinya:

a. Disusun berdasarkan struktur organisasi staf dan lini, terutama di bidang penelitian dan pengembangan.

b. Karyawan bekerja berdasarkan dua mata rantai komando, yaitu komando vertical (fungsional atau divisional), dan komando horizontal yang merupakan penggabungan karyawan-karyawan dari berbagai departemen divisional atau fungsional ke dalam sebuah proyek atau tim bisnis yang dipimpin oleh manajer proyek sebagai ketua timnya.

c. Ketika proyek selesai, karyawan akan kembali pada tugas dan fungsinya maasing-masing.

5. Komite

Kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat, yang kemudian disebut komite atau dewan.

6. Fungsional dan Staf

Struktur organisasi ini merupakan gabungan dari bermacam-macam struktur organisasi.

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

1 Comment on this article. Feel free to join this conversation.

  1. Tuwarno Yahya Oktober 23, 2018 pukul 3:47 am - Reply

    Semua struktur -struktur penglolaan usaha dapat kita di jadikan inspirasi untuk pada masa pekerjaan/usaha.

Leave A Response