Materi Kewirausahaan SMK Kelas XI “Aspek Pemasaran Dalam Pengelolaan Usaha”

A. Pelayanan Prima

Pelayanan prima dikembangkan berdasarkan konsep A3, yaitu:

1. Attitude (Sikap)

Bentuk pelayanan prima berdasarkan attitude, misalnya berbusana rapi, ekspresi wajah menyenangkan, senyum ramah, santun, tutur bahasa sopan.

2. Attention (Perhatian)

Jika calon pembeli menunjukkan minat, maka lakukan konsep attention. Penjual dapat memberikan perhatian dengan cara:mendengarkan tutur kata pembeli mengenai kebutuhannya, memberikan dan mengajukan saran, menghargai setiap pendapat dan saran yang diajukan pembeli.

3. Action (Tindakan)

Sikap dan perhatian saja tidak cukup, tetapi harus diikuti dengan tindakan, seperti mencatat pesanan pelanggan, penegasan kembali kebutuhan pelanggan, memberikan potongan harga, memberikan bonus kepada pelanggan yang membeli dalam jumlah besar, pemberian hadiah pada waktu-waktu tertentu kepada pelanggan.

B. Bentuk-bentuk Promosi

1. Advertensi (Periklanan)

Advertensi adalah perikalanan yang dilakukan untuk memasarkan sebuah produk agar konsumen tertarik dan membeli. Berdasarkan media yang digunakan, ada 6 macam advertensi.

a. Cetak: iklan pada surat kabar atau majalah.

b. Elektronik: berupa iklan melalui siaran radio dan televise.

c. Transit advertising: bulletin, poster, stiker.

d. Khusus: segala macam barang berupa hadiah atau pemberian secara cuma-cuma.

e. Luar rumah: papan reklame.

f. Kiriman langsung: barang cetakan yang dikirim langsung dengan pos kepada calon pembeli.

2. Personal Selling

Personal selling adalah penyajian barang secara lisan dan bertatap muka kepada satu atau lebih calon pembeli agar barang yang ditawarkan dapat terjual. Personal selling dilakukan oleh perusahaan untuk:

a. Memperagakan jenis barang yang belum dikenal konsumen.

b. Mengatasi penjualan terhadap produk yang hanya sekali-kali saja dibeli oleh konsumen.

c. Memasarkan barang yang bernilai tinggi, seperti mobil, kamera, dan sebagainya.

d. Menjual jenis-jenis barang yang bentuk, warna dan ukurannya disesuaikan dengan permintaan konsumen, seperti tas, pakaian, dan lainnya.

3. Publishing (Publisitas)

Publisitas adalah upaya perusahaan untuk mendukung, membina citra perusahaan yang baik, dan menangani atau menangkal isu, cerita dan peristiwa yang dapat merugikan perusahaan yang dilakukan melalui pembinaan hubungan dengan masyarakat (public relations)” (Kotler, 2000).

Jika dibandingkan dengan alat promosi lain seperti periklanan, publisitas mempunyai beberapa keuntungan antara lain :

a. Dapat menjangkau orang-orang yang tidak mau membaca iklan atau menghindari wiraniaga, karena pesan tersebut disampaikan sebagai berita bukan komunikasi yang diarahkan ke penjualan.

b. Dapat ditempatkan pada halaman depan dari sebuah surat kabar atau pada posisi lain yang menyolok.

c. Lebih dapat dipercaya. Apabila sebuah surat kabar atau majalah mempublikasikan sebuah cerita, kelihatan lebih otentik sebagai berita. Dan berita pada umumnya lebih dapat dipercaya dari pada iklan.

d. Bersifat dramatis, sebab mempunyai potensi untuk mendramatisasi perusahaan atau produk.

4. Sales Promotion

Sales promotion merupakan segala jenis pemasaran (selain personal selling, advertensi, dan publicity) untuk merangsang pembelian produk perusahaan. Promosi ini bersifat jangka pendek dan tidak dilakukan secara berulang/tidak rutin. Alat-alat yang biasa digunakan untuk sales promotion antara lain sebagai berikut.

a. Sampel/contoh. Memberikan produk contoh secara gratis kepada konsumen, dengan harapan mereka menyukainya sehingga melakukan pembelian ulang.

b. Kupon/voucher. Memberikan sertifikat hak potongan kepada pemegangnya, sehingga dapat menghemat pembelian produk tertentu.

Menawarkan barang dengan harga sangat rendah bahkan gratis, sebagai insentif bila orang membeli produk tersebut.

c. Paket harga. Produk dengan harga lebih rendah daripada harga biasa.

d. Tawaran uang kembali (money-refun offer). Tawaran pengembalian uang jika terjadi ketidaksesuaian produk dengan harga, atau terjadi kerusakan produk yang dibeli berdasarkan perjanjian.

e. Promosi dagang (trade promotion). Penawaran potongan harga pada setiap pembelian selama jangka waktu tertentu.

f. Pemajangan di tempat penjualan.

g. Pameran dagang.

h. Kontes. Mengundang kosumen untuk ikut perlombaan melakukan sesuatu.

j. Undian. Konsumen diajak mengumpulkan label yang memuat nama produk/perusahaan untuk kemudian diundi dan mendapatkan hadiah.

5. Sensory Branding

Sensory branding merupakan bentuk promosi yang melibatkan panca-indera manusia seperti mata-penglihatan, hidung-penciuman, telinga-pendengaran, kulit-perasa, dan mulut-pengecap untuk memancing persepsi konsumen terhadap suatu produk/brand tertentu. Contoh, alunan musik penjual es krim dengan lagu khas dari Walls.

C. Strategi Bernegosiasi

Negosiasi merupakan proses tawar-menawar dengan cara perundingan antara dua pihak untuk mencapai kesepakatan. Strategi bernegosiasi adalah rencana mengenai berbagai persiapan dalam rangka mengantisipasi berbagai masalah dan segala kemungkinan yang terjadi dalam suatu pandangan. Ada 3 strategi negosiasi yang dapat dipelajari, antara lain sebagai berikut.

1. Strategi Menang-Menang (Win-Win Strategy)

Negosiasi yang berorientasi pada kemenangan kedua belah pihak. Penyelesaian masalahnya didasari rasa kemanusiaan dan saling menghormati, dengan menjunjung tinggi hak dan kewajiban semua pihak.

2. Strategi Menang-Kalah (Win-Lose Strategy)

Strategi perundingan untuk memperoleh kemenangan mutlak dengan mengalahkan orang lain. Strategi ini hanya dapat menyelesaikan masalah sekali saja. Pihak yang menang menganggap bahwa perundingan dan masalah yang dihadapi telah selesai saat itu. Padahal, pihak yang dikalahkan akan selalu merasa dirugikan, sehingga kemungkinan tidak mau lagi menjalin kemitraan.

3. Strategi Kalah-Kalah (Lose-Lose Strategy)

Strategi yang didasari oleh perasaan untuk melampiaskan kemarahan dan tidak menggunakan akal sehat. Untuk memuaskan emosinya, masing-masing pihak melakukan tindakan yang merugikan kedua belah pihak, sehingga keduanya menjadi pihak yang kalah. Penggunaan strategi ini justru akan menambah masalah dan memperpanjang konflik.

D. Pemasaran Online

Media promosi adalah sarana mengomunikasikan suatu produk, jasa, brand, atau perusahaan agar dikenal masyarakat lebih luas. Media promosi yang paling tua adalah dari mulut ke mulut, dilanjutkan dengan media promosi konvensional seperti poster, katalog, kartu nama, koran, iklan TV, dan sebagainya.

Media promosi semakin berkembang seiring kemajuan teknologi dan komunikasi. Media promosi yang sering digunakan untuk pemasaran online yaitu melalui jejaring sosial (contoh: Facebook dan Instagram), market place (contoh: Shopee, JD.id, Buka Lapak), serta website/blog. Masing-masing media promosi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan, tidak satu pun media yang dikategorikan paling tepat.

Leave a comment

About the Author

I'am a proud wife, happy teacher, and a craftpreneur...welcome to my blog ^_^

Leave A Response